Header Ads


Banjir Serbelawan Simalungun: 150 KK Terdampak, BPBD Tetap Siaga dan Bersihkan Fasilitas Umum

Simalungun - Lintas Publik. Curah hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Simalungun dalam beberapa hari terakhir menyebabkan Sungai Sikkam meluap dan merendam kawasan Pasar Bawah, Kelurahan Serbelawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Sumatera Utara. Banjir yang terjadi pada Kamis malam (30/7/2026) itu menggenangi puluhan rumah warga dengan ketinggian air mencapai sekitar tiga meter, serta merendam sejumlah fasilitas ibadah dan pendidikan.

LIHAT JUGA    Istri dan Gereja Hilang Dibawa Arus Banjir Bandang Tapteng, Ini Kesaksian Pdt Irwan Ritonga

Tim BPBD Simalungun bersama TNI, Polri dan mastarakat Bergotong royong membersihkan Lumpur akibat banjir/ist
Dalam kejadian tersebut, enam warga sempat terjebak di atas atap rumah selama lebih dari dua jam sebelum berhasil dievakuasi oleh tim gabungan BPBD, TNI, Polri, pemerintah kecamatan, dan masyarakat menggunakan perahu karet.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Simalungun, Budiman Silalahi, mengatakan sebanyak 150 kepala keluarga (KK) terdampak banjir. Sebagian besar warga telah dievakuasi ke lokasi yang lebih aman untuk menghindari risiko banjir susulan.

"Sudah kami evakuasi para korban ke tempat yang lebih aman. Bantuan berupa tenda pengungsian dan perlengkapan dapur umum juga telah kami siapkan," ujar Budiman Silalahi kepada wartawan, Sabtu (1/8/2026).

Ia menegaskan, hingga kini BPBD Kabupaten Simalungun masih menyiagakan personel di lokasi terdampak banjir guna mengantisipasi kemungkinan meningkatnya debit air akibat hujan yang masih berpotensi terjadi.

"Kami tetap siaga agar tidak ada korban jiwa akibat banjir di Serbelawan," tegasnya.

Selain melakukan evakuasi warga, BPBD bersama personel TNI, Polri, relawan, dan perusahaan yang turut membantu penanganan bencana juga melaksanakan pembersihan fasilitas umum yang terdampak banjir.

Menurut Budiman, musala, madrasah, serta rumah-rumah warga yang sebelumnya dipenuhi lumpur kini telah dibersihkan secara gotong royong agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal.

"Kami mengimbau masyarakat yang tinggal di bantaran sungai maupun daerah rawan banjir di Kabupaten Simalungun agar tetap waspada. Jika terjadi kondisi darurat atau potensi bencana, segera laporkan kepada BPBD agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin," pungkasnya.

Seperti diketahui, banjir di Pasar Bawah, Kelurahan Serbelawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, terjadi secara tiba-tiba dan mengejutkan warga. Air mulai naik sekitar pukul 22.30 WIB, kemudian hanya dalam waktu kurang lebih 30 menit debit air meningkat drastis hingga pada pukul 23.00 WIB telah merendam puluhan rumah warga di kawasan Pasar Bawah Serbelawan. Cepatnya kenaikan permukaan air membuat banyak warga tidak sempat menyelamatkan barang-barang mereka, bahkan sejumlah warga harus dievakuasi karena terjebak derasnya arus banjir. (red/tag)


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.