Mayat Perempuan Tanpa Identitas yang Ditemukan di Sungai Bah Bolon Dimakamkan
Siantar - Lintas Publik, Polsek Bandar Huluan, Polres Simalungun, akhirnya melakukan proses pemakaman terhadap sesosok mayat perempuan tanpa identitas (Mrs X) yang sebelumnya ditemukan mengapung di pinggiran Sungai Bah Bolon, Huta III Nagori Bah Lias di Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun. Proses pemakaman dilaksanakan pada Rabu (3/6/2026) sekitar pukul 14.30 WIB.
BACA JUGA Mengenang Kolonel Pol. (Purn.) Nelly Pauna Situmorang, Salah Satu Pelopor Polisi Wanita Pertama di Indonesia
![]() |
| Mayat Perempuan Tanpa Identitas yang Ditemukan di Sungai Bah Bolon Dimakamkan/ist |
Kepada wartawan, IPDA Amry Sitanggang menjelaskan bahwa keputusan untuk memakamkan jenazah tersebut diambil setelah berbagai upaya pencarian identitas maupun keluarga korban tidak membuahkan hasil. Selain itu, hasil autopsi yang dilakukan tim medis juga tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Kami sudah melakukan upaya dan mencari identitas maupun keluarga korban, hingga batas waktu yang ditentukan tidak ada yang mengaku sebagai keluarga korban. Berdasarkan hasil autopsi tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, sehingga jenazah Mrs X kami makamkan sesuai prosedur,” ujar IPDA Amry Sitanggang.
Sementara itu, Kepala Ruangan Jenazah RSUD dr Djasamen Saragih, Roni Sibarani, membenarkan bahwa pemakaman dilakukan atas dasar surat permohonan resmi dari Polsek Bandar Huluan.
“Jenazah dimakamkan dengan penanda khusus agar apabila di kemudian hari identitas korban berhasil diketahui atau ada pihak keluarga yang datang, lokasi makam dapat ditemukan dengan mudah,” kata Roni.
Diketahui, jenazah perempuan tanpa identitas tersebut pertama kali ditemukan pada Minggu (17/5/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Penemuan bermula saat dua warga, Heri Susanto (41) dan Nuriadi (35), sedang menjaring ikan di aliran Sungai Bah Bolon dari wilayah Kampung Simponi Perdagangan menuju hilir Nagori Sugarang Bayu.
Sekitar pukul 16.00 WIB, ketika berada di kawasan Huta II Nagori Bah Lias, keduanya melihat benda mencurigakan yang tersangkut di ranting pohon waru di tepi sungai. Setelah didekati, mereka memastikan bahwa benda tersebut adalah sesosok mayat perempuan yang sudah dalam kondisi membusuk.
Temuan itu kemudian dilaporkan kepada petugas keamanan perkebunan Bah Lias dan diteruskan kepada pihak kepolisian. Mendapat informasi tersebut, Kapolsek Bandar Huluan IPTU Patar Banjarnahor SH MH bersama Kanit Reskrim IPDA Amry Sitanggang, personel piket, serta Tim Inafis Polres Simalungun langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Saat ditemukan, kondisi jenazah sudah mengalami pembusukan berat. Beberapa bagian tubuh seperti kepala, tangan, dan kaki mengalami kerusakan sehingga menyulitkan proses identifikasi. Setelah dilakukan pemeriksaan di lokasi, Tim Inafis mengevakuasi jenazah sekitar pukul 20.30 WIB dan membawanya ke Ruang Jenazah RSUD dr Djasamen Saragih untuk keperluan autopsi serta identifikasi lebih lanjut.
Tim Inafis Polres Simalungun yang dipimpin AIPDA Sujid Saputra juga telah berupaya mengidentifikasi korban menggunakan peralatan forensik dan teknologi pendukung. Namun kondisi jenazah yang telah rusak akibat pembusukan membuat identitas korban tidak dapat diketahui hingga akhirnya dilakukan pemakaman sesuai prosedur penanganan jenazah tanpa identitas. (red/tam)





Tidak ada komentar