Header Ads


Bupati Madina Marpinggan Bulung Bersama Warga Gunung Baringin di Panen Raya Padi

Madina - Lintas Publik, Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution makan bersama warga Kelurahan Gunung Baringin, Kecamatan Panyabungan Timur, dengan menggunakan daun pisang sebagai pengganti piring atau dikenal dengan tradisi marpinggan bulung. Suasana sederhana dan penuh keakraban itu berlangsung di sela-sela kegiatan panen raya padi, Rabu (27/1/2026).

BACA JUGA Pencipta Lagu Batak Legendaris Soritua Manurung Tutup Usia 62 Tahun, Lagunya "Taboni Namartulang" 

 Bupati Madina Marpinggan Bulung Bersama Warga Gunung Baringin di Panen Raya Padi/ist
Kegiatan panen raya tersebut digelar di areal persawahan yang berada di samping SMAN 1 Panyabungan Timur. Marpinggan bulung sendiri merupakan salah satu kearifan lokal masyarakat Mandailing saat musim panen, di mana warga saling membantu dan makan bersama menggunakan daun pisang sebagai alas nasi dan lauk pauk.

Bupati Saipullah menjelaskan, panen raya ini merupakan hasil dari program pemerintah daerah yang telah direncanakan sejak tahun lalu melalui penyaluran benih padi varietas Inpari 32 kepada kelompok tani di Kecamatan Panyabungan Timur.

“Alhamdulillah hari ini kita lihat panennya cukup baik. Padinya unggul dan mudah-mudahan hasilnya bisa meningkatkan indeks pertanaman (IP) petani kita,” ujar Saipullah.

Ia menambahkan, pemerintah daerah juga menyalurkan pupuk langsung kepada kelompok tani penerima bibit. Langkah ini dilakukan untuk memotong mata rantai distribusi yang panjang sehingga tidak menyulitkan petani.

“Dengan memotong mata rantai yang panjang, produktivitas pertanian meningkat dan jadwal panen bisa sesuai rencana,” katanya.

Meski sekitar 8.000 hektare lahan sawah di Madina terdampak banjir, Bupati Saipullah optimistis kebutuhan beras menjelang Ramadan dan Idulfitri tetap aman. Secara statistik, Madina masih berada dalam kondisi surplus beras. “Harapan kita, surplus ini dapat menutupi masa-masa sulit,” tuturnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pertanian Madina, Taufik Zulhandra Ritonga, menyebutkan varietas Inpari 32 juga cocok ditanam di lahan kering atau padi gogo. Ia merinci bantuan benih diberikan untuk 143 hektare di enam desa, dengan luasan 48 hektare berada di Gunung Baringin.

Tokoh masyarakat setempat, Darwin, mengaku bangga atas kedekatan Bupati dengan warga dan berharap bantuan sektor pertanian serta perkebunan terus berlanjut. Hal senada disampaikan perwakilan Poktan Sapadan yang mengapresiasi pembangunan bendungan dan irigasi oleh Pemkab Madina.
(red/tam)


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.