Header Ads


Pencipta Lagu Batak Legendaris Soritua Manurung Tutup Usia 62 Tahun, Lagunya "Taboni Namartulang"

Siantar - Lintas Publik, Dunia musik Batak kembali berduka. Salah satu pencipta lagu Batak legendaris, Soritua Manurung, telah berpulang ke rumah Bapa di Surga pada Jumat, 23 Januari 2026, pukul 11.00 WIB, dalam usia 62 tahun. Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, serta para musisi dan pecinta lagu Batak di seluruh Indonesia.

BACA JUGA  Berita Duka: Vokalis Basadoi Trio Charly Gunawan Butar Butar Meninggal Dunia

Pencipta Lagu Batak Legendaris Soritua Manurung Tutup Usia 62 Tahun/ist
Soritua Manurung dikenal sebagai sosok komposer dan musisi Batak berpengaruh, dengan karya-karya yang sederhana namun kuat secara emosional. Lagu-lagunya sarat makna tentang kehidupan, cinta, kerinduan, serta nilai-nilai budaya Batak, sehingga tetap hidup dan relevan lintas generasi.

Sejumlah karya ciptaan Soritua Manurung telah menjadi lagu legendaris dan kerap dibawakan dalam berbagai acara adat, pesta, hingga konser musik Batak. Beberapa lagu populernya antara lain “Dang Na Tois Ni Rohakku”, “Taboni Namartulang”, “Sajabu Sirang Podoman”, “Dang Hau Na Bolon Au Inang”, serta “Tulang Naburju”. Meski beberapa lagunya tidak selalu mencantumkan nama pencipta pada cover digital, kalangan musisi Batak mengenal luas bahwa karya-karya tersebut adalah buah tangan Soritua Manurung.

BACA JUGA Lirik Asli O Tano Batak adalah "O Indonesia"

Soritua Manurung Semasa Hidupnya/ist
Ucapan duka dan penghormatan mengalir dari berbagai pihak. Musisi Batak July Manurung melalui akun Facebook-nya menuliskan pesan perpisahan seraya menyematkan tagar #ripsorituamanurung, mengenang almarhum sebagai legenda musik Batak yang karyanya akan abadi.

Jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka Gereja Pantekosta Mensang, Blok Perwira X, Abang Tengah, Bekasi Utara, dan dimakamkan pada Sabtu, 24 Januari 2026, di TPU Mangun Jaya, Tambun Selatan, Bekasi. Prosesi ibadah keberangkatan berlangsung sederhana karena keterbatasan waktu dan kondisi.

Kepergian Soritua Manurung bukan hanya kehilangan bagi keluarga, tetapi juga bagi dunia seni dan budaya Batak. Meski raganya telah tiada, karya-karyanya akan terus dikenang dan menjadi berkat bagi banyak orang.

Selamat jalan Tulang Soritua Manurung. Damai bersama Bapa di Surga. Terima kasih atas karya dan warisan musik yang tak ternilai. Kiranya keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, kekuatan, dan penghiburan oleh Tuhan. (tag/tam)


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.