Header Ads


Pemuda GKPS Tampilkan Budaya Simalungun di LWF Asia Youth Gathering 2026

Siantar - Lintas Publik, Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) kembali mengambil bagian dalam kegiatan internasional Lutheran World Federation (LWF) melalui LWF Asia Youth Gathering 2026 yang berlangsung pada 6–10 September 2026 di Pusat Pembinaan Umat Keuskupan Agung Medan, Pematangsiantar.

BACA JUGA   Guru Guntur Sitohang Maestro Budaya Batak dari Samosir : Dari OPERA Hingga Gondang Sabangunan 

Pemuda GKPS  Tampilkan Budaya Simalungun di LWF Asia Youth Gathering 2026/ist
Sebagai salah satu anggota LWF, GKPS terus berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang melibatkan gereja-gereja anggota di kawasan Asia. Dalam kegiatan tersebut, Pimpinan Sinode GKPS mengutus Chrisna Angelia Zepanya Girsang, S.H., yang juga merupakan Koordinator Pelayanan Seksi Namaposo GKPS Distrik VI, sebagai perwakilan resmi Namaposo GKPS.

LWF Asia Youth Gathering 2026 diikuti 35 peserta dari 12 negara di Asia. Mengangkat tema “Courageous Communion”, kegiatan ini menjadi ruang bagi kaum muda gereja untuk memperkuat persekutuan, bertukar pengalaman, serta membangun keberanian dalam menghadapi berbagai tantangan pelayanan gereja.

Pembahasan utama dikembangkan melalui tiga subtema, yakni “Rooted in Courage”, “Reconciled with Courage”, dan “Rising in Courage”. Ketiganya mengajak peserta memahami pentingnya memiliki iman yang kokoh, membangun rekonsiliasi, serta berani mengambil peran sebagai agen perubahan di tengah kehidupan gereja.

Melalui “Rooted in Courage”, peserta diajak merefleksikan identitas dan kehidupan iman kaum muda dalam komunitas gereja, termasuk keberadaan mereka sebagai bagian dari keluarga besar LWF di Asia.

Sementara “Reconciled with Courage” mengajak peserta melihat berbagai persoalan yang dihadapi gereja saat ini. Salah satu isu yang mendapat perhatian adalah Intergenerational Justice atau keadilan antargenerasi. Diskusi menyoroti pentingnya membangun relasi yang sehat antara generasi muda dan generasi yang lebih tua agar kaum muda memiliki ruang untuk berkontribusi dalam kehidupan gereja.

Selanjutnya, “Rising in Courage” mendorong peserta untuk tidak hanya berdiskusi, tetapi berani mengambil langkah nyata. Kaum muda diharapkan mampu menjadi penggerak perubahan dan membawa gagasan baru bagi pelayanan gereja di masa depan.

Belajar Bahasa Isyarat dan Membangun Gereja Inklusif

Kegiatan juga diisi dengan pengalaman belajar mengenai inklusivitas bersama teman-teman disabilitas binaan Yayasan Idop Ni Uhur GKPS. Para peserta mendapat kesempatan mencicipi kopi hasil racikan teman-teman disabilitas sekaligus belajar bahasa isyarat secara langsung.

Sesi tersebut menjadi pengalaman penting bagi peserta untuk memahami bahwa pelayanan gereja harus membuka ruang yang setara bagi setiap orang, termasuk penyandang disabilitas.

Budaya Simalungun Tampil di Cultural Night


Salah satu momen yang menarik perhatian peserta adalah Cultural Night atau Malam Budaya. Setiap delegasi memperkenalkan budaya dan tradisi dari daerah asal masing-masing.

Chrisna Angelia memperkenalkan budaya Simalungun dengan mengenakan busana adat yang dilengkapi bulang, suri-suri, dan hiou. Bersama sejumlah pemuda Batak Toba, ia turut menampilkan tor-tor Tolu Sahundulan yang dilanjutkan dengan tor-tor marhusip.

Penampilan tersebut mendapat sambutan antusias dari peserta berbagai negara. Budaya Simalungun dan kekayaan tradisi Batak menjadi salah satu pengalaman yang mempererat persaudaraan lintas negara dalam LWF Asia Youth Gathering 2026.

Keikutsertaan Namaposo GKPS dalam kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat jejaring pemuda gereja di Asia sekaligus mendorong generasi muda GKPS untuk berani hadir, berkarya, dan mengambil bagian dalam pelayanan gereja serta kehidupan masyarakat. (red/tam/gkps)


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.