Header Ads


Profil Brigjen (Purn.) Rumiah Kartoredjo, Polwan Pertama Jadi Kapolda dan Peraih Medali Emas SEA Games

Lintas Publik,  Nama Rumiah Kartoredjo tercatat dalam sejarah Kepolisian Republik Indonesia sebagai polisi wanita (Polwan) pertama yang dipercaya menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda). Sosok jenderal polisi bintang satu ini dikenal sebagai perempuan tangguh yang sukses menorehkan prestasi di bidang kepolisian sekaligus olahraga nasional.

 BACA JUGA  Mengenang Kolonel Pol. (Purn.) Nelly Pauna Situmorang, Salah Satu Pelopor Polisi Wanita Pertama di Indonesia   

Kolase Brigjen (Purn.) Rumiah Kartoredjo/ist
Brigjen Pol (Purn.) Hj. Rumiah Kartoredjo, S.Pd lahir di kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, pada 19 Maret 1952. Ia berasal dari keluarga sederhana yang sangat menjunjung tinggi nilai disiplin dan pendidikan. Ayahnya, H. Kartoredjo, merupakan mantan polisi pada masa pemerintahan Belanda yang kemudian bekerja sebagai mandor di Pabrik Gula Mojoagung, sementara ibundanya bernama Hj. Musinah.

Sejak kecil, Rumiah dididik untuk hidup disiplin dan taat beragama. Meski sang ayah berharap anak-anaknya menjadi guru, perjalanan hidup Rumiah justru membawanya menjadi salah satu tokoh penting dalam sejarah Polri.

Prestasi di Dunia Olahraga

Sebelum terjun ke dunia kepolisian, Rumiah aktif sebagai atlet olahraga. Saat duduk di bangku SMP hingga kuliah, ia dikenal sebagai atlet berbakat di cabang softball. Rumiah kemudian melanjutkan pendidikan di Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Surabaya atau yang kini dikenal sebagai Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Saat menjadi mahasiswa jurusan olahraga pada tahun 1975, Rumiah aktif sebagai atlet nasional softball dan berhasil mengharumkan nama Indonesia di ajang SEA Games dengan meraih medali emas.

Prestasi olahraga tersebut menjadi salah satu bukti dedikasi dan semangat juangnya sejak muda.

Perjalanan Rumiah menjadi polisi bermula pada tahun 1978 ketika dirinya mendengar informasi penerimaan Wajib Militer Sukarela (Wamilsuk) ABRI di kampusnya. Meski awalnya bercita-cita menjadi guru, Rumiah akhirnya memutuskan mengikuti seleksi tersebut dan dinyatakan lulus.

Keputusan itu sempat membuat ayahnya terkejut. Namun setelah mendapat dukungan keluarga, termasuk kakak laki-lakinya yang merupakan prajurit Korps Komando Operasi (KKO) Angkatan Laut, Rumiah mantap memilih karier di dunia kepolisian.

Ia kemudian mengikuti pendidikan Sekolah Perwira Militer Sukarela (Sepa Milsukwan) ABRI dan lulus pada tahun 1978.

Riwayat Pendidikan Brigjen Rumiah Kartoredjo

Sepanjang kariernya, Rumiah terus meningkatkan kapasitas dan kemampuan kepemimpinan melalui berbagai pendidikan kepolisian, di antaranya:

* Sepa Milsukwan ABRI (1978)
* Selapa Polri (1990)
* Seskoad (1995)
* Sespati Polri (2003)

Pendidikan tersebut menjadi bekal penting dalam perjalanan kariernya hingga mencapai pangkat Brigadir Jenderal Polisi.

Rumiah memulai karier dari posisi bawah dan dikenal sebagai sosok pekerja keras. Ia pernah menjabat sejumlah posisi strategis di lingkungan Polri, antara lain:

* Komandan Peleton Sepa Polisi Wanita (Polwan)
* Kepala Sekolah Polisi Wanita (Kasepolwan) Lemdikpol tahun 1999
* Kabag Produksi dan Dokumentasi Divisi Humas Polri tahun 2004
* Sekretaris Lembaga Pendidikan Polri (Seslemdikpol) tahun 2006

Puncak kariernya terjadi pada 23 Januari 2008 ketika ia resmi dilantik menjadi Kapolda Banten oleh Kapolri Jenderal Polisi Sutanto. Pelantikan tersebut menjadi tonggak sejarah karena Rumiah menjadi polwan pertama yang dipercaya memimpin kepolisian tingkat provinsi di Indonesia.

Saat itu, Rumiah menggantikan Brigjen Pol Timur Pradopo yang kemudian juga meniti karier hingga menjadi Kapolri.

Tantangan Sebagai Kapolda Banten

Menjadi Kapolda Banten bukan tugas mudah bagi Rumiah. Ia harus menghadapi berbagai tantangan keamanan dan sosial di wilayah yang dikenal sebagai daerah religius dengan julukan “seribu kiai sejuta santri”.

Salah satu momen paling berkesan dalam masa kepemimpinannya adalah pengamanan menjelang eksekusi terpidana kasus Bom Bali, Imam Samudra. Situasi keamanan saat itu menjadi perhatian nasional, namun Rumiah berhasil menjaga stabilitas wilayah Banten dengan pendekatan persuasif dan koordinasi yang baik dengan tokoh masyarakat serta ulama.

Rumiah menjabat sebagai Kapolda Banten hingga tahun 2010 dan tercatat sebagai salah satu Kapolda dengan masa jabatan cukup lama di daerah tersebut.

Penghargaan dan Prestasi

Selama mengabdi di Kepolisian Republik Indonesia, Rumiah memperoleh berbagai penghargaan dan tanda jasa, di antaranya:

* Satya Lencana Kesetiaan 8 Tahun
* Satya Lencana Kesetiaan 16 Tahun
* Satya Lencana Karya Bakti
* Satya Lencana Dwidya Sistha
* Bintang Bhayangkara Nararya

Selain sukses di dunia kepolisian, Rumiah juga tetap aktif di bidang olahraga setelah pensiun. Ia pernah dipercaya memimpin Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Banten.

Kisah hidup Brigjen Pol (Purn.) Rumiah Kartoredjo menjadi inspirasi besar bagi polisi wanita Indonesia. Dengan kerja keras, disiplin, dan dedikasi tinggi, ia berhasil memecahkan dominasi laki-laki dalam jabatan strategis kepolisian.

Rumiah bukan hanya mencatat sejarah sebagai Kapolda perempuan pertama di Indonesia, tetapi juga menjadi simbol perjuangan dan keteladanan bagi generasi Polwan masa kini.

(red/tam/berbagai sumber)


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.