Header Ads


Wali Kota Wesly Silalahi Panen Cabai Merah di Siantar Utara

Siantar - Lintas Publik, Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi bersama Ketua TP PKK Ny Liswati Wesly Silalahi melakukan panen cabai merah di areal perladangan Komplek Perumahan Bukit Ono Lala, Kelurahan Bane, Kecamatan Siantar Utara, Rabu (11/3/2026).

BACA JUGA  Polisi Tangkap Dua Pelaku Pembunuhan Wanita yang Jasadnya Ditemukan dalam Boks Plastik di Medan

 Wali Kota Wesly Silalahi Panen Cabai Merah di Siantar Utara/ist
Lahan pertanian seluas dua rante tersebut merupakan milik petani marga Malau/br Purba yang menjadi binaan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Pematangsiantar. Dalam kegiatan tersebut, Wesly dan Ny Liswati yang didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Drs Legianto Pardamean Manurung MAP turut memetik langsung cabai merah dari pohonnya.

Tanaman cabai di lahan tersebut terlihat tumbuh subur dengan buah yang lebat dan berukuran cukup besar. Panen ini menjadi salah satu langkah Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus menekan laju inflasi daerah.

Sekretaris Daerah (Sekda) Pematangsiantar yang juga Ketua Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Junaedi Antonius Sitanggang menjelaskan, pada tahun lalu cabai merah menjadi salah satu komoditas penyumbang inflasi terbesar di Kota Pematangsiantar. Oleh karena itu, Pemko menjalankan program kontrak tani bersama petani cabai untuk mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah.

“Bersama Program ini diharapkan ketergantungan cabai dari luar daerah dapat berkurang. Bahkan saat ini harga cabai merah bisa berada di bawah Rp35 ribu per kilogram,” ujar Junaedi yang didampingi Kabag Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Sari Dewi Rizkiyani Damanik.

Menurut Junaedi, program ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menjaga stabilitas harga di pasaran sehingga inflasi daerah tetap terkendali sesuai target nasional sekitar 3,5 persen.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Legianto Pardamean Manurung menjelaskan, tanaman cabai merah membutuhkan waktu sekitar empat bulan sejak penyemaian hingga panen perdana. Setelah itu, tanaman dapat dipanen secara berkelanjutan hingga satu tahun bahkan mencapai 14 bulan.

“Dari lahan dua rante bisa menghasilkan 50 kilogram cabai merah setiap minggu. Bahkan pada minggu hasil panen berpotensi meningkat,” jelasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Johannes Sihombing SSTP MSi, Camat Siantar Utara Marlon Brando Sitorus SSTP MSi, serta jajaran Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Pematangsiantar. (red/tam)


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.