Header Ads


Bupati Madina Hadiri Buka Lubuk Larangan di Siabu

Madina - Lintas Publik, Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution bersama Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution dan Kapolres Madina AKBP Bagus Priandy SIK menghadiri undangan masyarakat Desa Muara Batang Angkola (MBA), Kecamatan Siabu, Rabu (25/03/2026). Kegiatan tersebut dirangkai dengan tradisi buka lubuk larangan sekaligus makan siang bersama hasil tangkapan ikan oleh masyarakat setempat.

BACA JUGA  Ini Tampang Pelaku Pembunuh Wanita dalam Boks Plastik di Medan

Bupati Madina Hadiri Buka Lubuk Larangan di Siabu/ist
Dalam sambutannya, Bupati Saipullah Nasution menyampaikan bahwa kehadirannya bersama rombongan merupakan bentuk penghormatan atas undangan masyarakat Desa MBA. Ia juga menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari agenda awalnya setelah mulai aktif bekerja, termasuk melakukan peninjauan terhadap layanan publik yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Hari pertama kerja ini, kami meninjau layanan publik. Semuanya terlihat berjalan dengan lancar, dan saat ini juga menghadiri membuka lubuk larangan,” ujar Bupati.

Menurutnya, momentum makan bersama di tepi sungai tersebut menjadi simbol kedekatan antara pemerintah dan masyarakat. Suasana kebersamaan itu dinilai mampu mempererat hubungan, sekaligus membuka ruang dialog untuk mendengarkan aspirasi warga secara langsung.

Sementara itu, Kapolres Madina AKBP Bagus Priandy mengapresiasi tradisi lubuk larangan yang masih terjaga di tengah masyarakat. Ia menyebut, kearifan lokal tersebut mencerminkan kepatuhan masyarakat terhadap aturan serta tingginya penghormatan terhadap adat istiadat.

“Terima kasih atas undangannya. Makan bersama di tepi sungai memberikan pengalaman yang luar biasa. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilestarikan ke depannya,” ungkap Kapolres.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa lubuk larangan merupakan warisan budaya yang memiliki nilai penting dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tradisi ini diharapkan dapat terus dijaga sebagai bagian dari identitas dan kemajuan Kabupaten Mandailing Natal.(red/tam)


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.