Robinson Sinurat Raih Gelar S2 Kedua di Melbourne, Bukti Kerja Keras Anak Petani dari Medan
Medan _ Lintas Publik, Kisah inspiratif kembali datang dari putra Sumatera Utara, Robinson Sinurat. Setelah sebelumnya menyelesaikan studi magister di Columbia University, Robinson kini resmi menuntaskan program S2 keduanya di Melbourne, Australia, pada Juli 2025.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa kerja keras, disiplin, dan semangat belajar mampu mengantarkan siapa pun meraih pendidikan tinggi hingga ke luar negeri.
BACA JUGA Gagal 2024, Siswa SMA Teladan Pematangsiantar Lulus di UI, Modal Jual Paket HP
![]() |
| Robinson Sinurat Memeluk Ayah dan ibunya Sesaat akan berangkat Pulang ke Medan dari Australia/ist |
“Kerja keras banting tulang. Kerja dari pagi ke pagi. Letih, lelah, lunglai itu semua terbayar sudah. Selesai juga. Wisuda! Well done!” tulis Robinson Sinurat diakun media sosialnya, Rabu (11/2/2026).
Menurutnya, kuliah sambil bekerja merupakan tantangan berat, terutama ketika seluruh biaya harus ditanggung sendiri.
“Kuliah sambil kerja itu sulit. Apalagi kalau bayar uang kuliah sendiri. Tapi bisa kok. Ini aku buktikan. Jadi kalian juga bisa. Semangat!” ujarnya memberi motivasi bagi generasi muda.
Ia mengaku tetap belajar di akhir pekan, mengerjakan tugas saat orang lain beristirahat, serta berusaha menyelesaikan pekerjaan akademik sebelum berangkat kerja.
“Semua aku nikmati dan tetap melakukan versi terbaikku. Aku lulus program S2 kedua dengan biaya sendiri. Thank God,” ungkapnya.
Bahagiakan Orang Tua ke Australia
Buah dari kerja kerasnya, Robinson akhirnya mampu mengajak kedua orang tuanya menginjakkan kaki di Australia. Ia membagikan video perjalanan bersama orang tua berangkat dari Jakarta menuju Australia.
“Mamak Bapak bisa menginjakkan kaki di Australia. Terima kasih Tuhan untuk berkat-Mu yang luar biasa ini,” katanya haru.
Robinson merupakan putra kelima dari tujuh bersaudara, lahir dari keluarga petani yang bekerja di ladang milik orang lain di wilayah Medan, Sumatera Utara.
Sejak kecil, orang tuanya selalu menanamkan pentingnya pendidikan, minimal hingga SMA. Namun jika ingin kuliah, setiap anak diminta ikut berjuang membiayai sendiri.
Perjuangan Kuliah S1 di Palembang
Robinson menempuh pendidikan S1 di Universitas Sriwijaya Palembang. Demi bertahan hidup di perantauan, ia pernah menjaga rumah kos agar bisa membayar sewa semampunya.
Untuk menghemat biaya, ia bahkan pernah hanya makan sekali sehari, sementara jika lapar tengah malam cukup makan beberapa biskuit.
Meski hidup serba terbatas, Robinson tetap aktif berorganisasi, dikenal supel, bahkan mendirikan organisasi kampus serta aktif di kegiatan sosial mahasiswa.
Semangatnya membawa Robinson mencoba berbagai beasiswa luar negeri. Ia pernah mengikuti program kepemimpinan di University of Nebraska Omaha, Amerika Serikat, yang membantunya meningkatkan kemampuan bahasa Inggris dan kepemimpinan.
Setelah belajar TOEFL selama setahun, Robinson akhirnya lolos beasiswa LPDP dan diterima di berbagai negara. Ia memilih mengambil jurusan social work di Columbia University di New York.
Di sana, Robinson aktif di komunitas mahasiswa Indonesia dan organisasi internasional kampus.
Sempat Bekerja di Amerika
Usai menyelesaikan studi di Amerika, Robinson sempat bekerja sebagai Counseling Specialist di lembaga sosial Queens Community House, New York.
Keberhasilannya menjadi kebanggaan keluarga — membuktikan bahwa anak petani dari keluarga sederhana mampu menjadi lulusan kampus dunia.
Prinsip hidup yang selalu ia pegang: “Berani, jujur, mau berjuang.”
Perjuangan keluarga Robinson juga mendapat pengakuan negara. Pada November 2019, orang tuanya menerima penghargaan Orang Tua Hebat dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, karena dinilai berhasil mendidik anak-anaknya hingga sukses.
Kisah Robinson Sinurat menjadi contoh nyata bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang meraih pendidikan internasional.
Dari makan sekali sehari saat kuliah, hingga kini meraih dua gelar S2 luar negeri dan membahagiakan orang tua, perjalanan Robinson menjadi inspirasi kuat bagi pemuda Indonesia untuk terus bermimpi dan berjuang. (red/tam)



Tidak ada komentar