Header Ads


Polsek Pandan Mediasi Bentrokan Pelajar SMK di Tukka, 12 Siswa Sepakat Damai

Tapanuli Tengah – Lintas Publik, Kepolisian Sektor (Polsek) Pandan berhasil menuntaskan perselisihan yang melibatkan belasan siswa salah satu SMK swasta di Kecamatan Tukka. Konflik yang sempat memicu benturan fisik tersebut akhirnya berujung damai melalui proses mediasi yang digelar di Mapolsek Pandan, Jumat (27/2/2026).

BACA JUGA  Robinson Sinurat Raih Gelar S2 Kedua di Melbourne, Bukti Kerja Keras Anak Petani dari Medan

Polsek Pandan Mediasi Bentrokan Pelajar SMK di Tukka, 12 Siswa Sepakat Damai/ist
Kapolsek Pandan, Iptu Zul Efendi, menjelaskan bahwa mediasi dilakukan secara terbuka dengan menghadirkan orang tua atau wali murid serta perwakilan pihak sekolah. Langkah ini dinilai penting agar para siswa memahami konsekuensi dari tindakan mereka.

“Kami sengaja hadirkan orang tua untuk berkomitmen moral yang kuat. Di hadapan ayah dan ibu mereka, para siswa berjanji tidak akan mengulangi perbuatan serupa dan sepakat untuk saling memaafkan,” ujar Iptu Zul Efendi.

Berdasarkan hasil klarifikasi, insiden tersebut bermula dari kesalahpahaman pribadi antara dua siswa berinisial FJ dan HS. Perselisihan kemudian meluas karena rekan-rekan masing-masing pihak ikut terlibat atas dasar solidaritas yang keliru hingga terjadi aksi saling pukul.

Meski terdapat beberapa siswa yang mengalami luka ringan, aparat kepolisian bergerak cepat mengamankan situasi dan mencegah eskalasi konflik lebih lanjut.

Sepakat Tanpa Jalur Hukum

Mediasi dipimpin langsung oleh Kapolsek Pandan didampingi Kanit Reskrim Aiptu M. Emil Lumbantong dan Bhabinkamtibmas Aipda Marhaman Sianturi. Sebanyak 12 siswa yang terlibat akhirnya menyepakati beberapa poin penting, di antaranya:

Kedua belah pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan tanpa tuntutan hukum di kemudian hari.

Para siswa berkomitmen tidak mengulangi tindakan anarkis yang merugikan diri sendiri maupun mencoreng nama baik sekolah.

Proses perdamaian ditutup dengan saling bersalaman dan dokumentasi bersama sebagai simbol berakhirnya konflik.

Kapolsek menegaskan bahwa pendekatan restoratif menjadi pilihan utama dalam kasus yang melibatkan pelajar, dengan mengedepankan pembinaan dan edukasi dibanding proses hukum.

“Kami berharap kejadian ini menjadi pelajaran berharga. Solidaritas harus diwujudkan dalam hal positif, bukan dalam bentuk kekerasan,” tegasnya.

Dengan berakhirnya mediasi tersebut, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kecamatan Tukka kembali kondusif. Pihak kepolisian juga mengimbau sekolah dan orang tua untuk meningkatkan pengawasan serta komunikasi agar peristiwa serupa tidak terulang. (red/tam)


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.