Header Ads


Kebakaran di PT ASL Shipyard Batam, Polresta Barelang Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa

Lintas Publik - Batam, Kepala Polresta Barelang Kombes Pol Anggoro Wicaksono memastikan peristiwa kebakaran yang terjadi di galangan kapal PT ASL Shipyard Indonesia, Tanjung Uncang, Kota Batam, tidak menimbulkan korban jiwa, baik luka maupun meninggal dunia.

BACA JUGA Pencipta Lagu Batak Legendaris Soritua Manurung Tutup Usia 62 Tahun, Lagunya "Taboni Namartulang"

Kebakaran di PT ASL Shipyard Batam, Polresta Barelang Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa/ist
Kebakaran tersebut terjadi pada Minggu siang sekitar pukul 14.00 WIB dan melibatkan kapal Elnusa Trans Samudera yang sedang menjalani proses perbaikan atau docking di galangan kapal milik perusahaan asal Singapura tersebut.

“Betul terjadi kebakaran siang tadi, dan tidak ada korban jiwa,” ujar Kombes Pol Anggoro Wicaksono saat dikonfirmasi di Batam, Minggu.

Setelah kejadian, personel gabungan dari Polsek Batu Aji, Polresta Barelang, Satreskrim Unit Identifikasi, serta Tim Turjawali Ditsamapta Polda Kepulauan Riau langsung mendatangi lokasi kejadian guna melakukan pengamanan, pengumpulan data, dan pendalaman penyebab kebakaran.

Berdasarkan hasil sementara, kebakaran diduga dipicu oleh gangguan sistem (system error) yang diperparah oleh angin kencang, sehingga api dengan cepat membesar.

“Dugaan sementara karena sistem error dan api cepat membesar akibat angin kencang,” jelas Kapolresta.

Api Berhasil Dipadamkan Dua Jam Kemudian

Proses pemadaman dilakukan oleh unit rescue PT ASL Shipyard dibantu BP Batam. Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.00 WIB, atau dua jam setelah kebakaran dilaporkan.

Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kebakaran dan memastikan tidak ada potensi bahaya lanjutan di area galangan.

Peristiwa kebakaran di PT ASL Shipyard Tanjung Uncang diketahui bukan yang pertama kali terjadi. Sepanjang tahun 2025, tercatat dua kejadian kebakaran besar dengan objek kapal yang sama, yakni MT Federal II.

24 Juni 2025: Kebakaran menyebabkan 4 pekerja meninggal dunia dan 5 orang lainnya luka-luka.

15 Oktober 2025: Kebakaran kembali terjadi dan menewaskan 14 orang, serta melukai 17 pekerja.

Kedua peristiwa tersebut telah diusut oleh Polresta Barelang dan disimpulkan mengandung unsur tindak pidana kelalaian yang mengakibatkan korban jiwa.

Pada kasus Juni 2025, polisi menetapkan 3 orang tersangka, sementara kebakaran Oktober 2025 menetapkan 7 orang tersangka, terdiri dari 4 warga negara asing (WNA) dan 3 warga negara Indonesia (WNI).

Polresta Barelang menegaskan akan terus melakukan pengawasan dan penyelidikan terhadap setiap insiden kebakaran di kawasan industri galangan kapal guna mencegah terulangnya kejadian serupa serta memastikan keselamatan para pekerja. (ant/tam)

Kepala Polresta Barelang, Kombes Polisi Anggoro Wicaksono, memastikan kebakaran di galangan PT ASL Shipyar Indonesia di Tanjung Uncang, Batam, yang terjadi siang tadi tidak menimbulkan korban jiwa luka maupun meninggal dunia.

https://elshinta.com/kategori/7/musibah/polisi-pastikan-tidak-ada-korban-dalam-kebakaran-di-galangan-pt-asl-150630

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.