Banjir Bandang dan Longsor Landa Tapanuli dan Sibolga, 10 Orang Meninggal Dunia, Jalinsum Lumpuh Total
Sumut - Lintas Publik, Banjir bandang dan longsor kembali melanda sejumlah wilayah di Tapanuli, termasuk Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Sibolga, dan Tapanuli Tengah (Tapteng), pada Selasa (25/11/2025). Cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di wilayah Sumatera memicu bencana besar yang menyebabkan korban jiwa serta kerusakan infrastruktur.
Aksi solidaritas dan doa (Pray for Tapteng-Sibolga) bermunculan di berbagai platform media sosial seiring meningkatnya laporan kerusakan dan korban jiwa akibat bencana ini.
BACA JUGA BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Enam Hari di Sumut akibat IOD Negatif, Ini Daerah Terdampak
![]() |
| Screenshot Video Warga saat Keluara dari Pemukiman yang Terdampak Bencana Banjir/ist |
Berdasarkan laporan Polres Tapanuli Selatan, banjir bandang memutus arus lalu lintas di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Km 19–20 Huta Godang, Batang Toru. Tanah, bebatuan, dan batang pohon besar menutup penuh badan jalan hingga menyebabkan kemacetan total. Tidak satu pun kendaraan dapat melintas.
Kasat Lantas Polres Tapsel, Iptu James Sihombing, mengatakan kondisi di lapangan masih sangat berbahaya.
“Arus deras membawa kayu-kayu besar hingga menutup badan jalan. Sementara jalur kami tutup total karena tidak memungkinkan dilalui,” ujarnya.
Polisi kini memfokuskan pengamanan lokasi, pengaturan arus putar balik, dan memberikan imbauan langsung kepada pengendara agar tidak memaksakan diri menuju titik banjir.
Longsor Hantam Ruas Sibolga–Padangsidempuan, Mobil Ekspedisi dan Tangki BBM Tertimbun
Longsor juga terjadi di ruas jalan Sibolga–Padangsidempuan. Sebuah mobil boks ekspedisi dan mobil tangki BBM Pertamina dilaporkan tertimbun material longsor. Hingga Selasa malam, alat berat masih dikerahkan untuk proses evakuasi.
Di Angkola Barat, Tapsel hanya 15 menit dari Kota Padangsidempuan — longsor juga menutup badan jalan. Sejumlah kendaraan terjebak, namun tidak ada laporan korban jiwa.
Tapanuli Tengah: 4 Warga Meninggal
Kabupaten Tapanuli Tengah menjadi wilayah yang terdampak paling parah. Banjir bandang dan longsor memutus jalur Jalinsum dan melumpuhkan arus transportasi.
Personel Polres Tapteng, TNI, BPBD, dan warga bahu-membahu melakukan pembersihan material longsor serta penyelamatan warga yang rumahnya tersapu banjir.
Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu, melalui akun Instagram resminya menyampaikan bahwa empat orang warga Tapteng meninggal dunia akibat bencana ini.
Di Kota Sibolga, longsor dan banjir bandang menyebabkan sedikitnya 6 orang tewas. Proses evakuasi masih berlangsung hingga siang hari.
Kabag Ops Polres Sibolga, AKP Agus Adhitama, menyebutkan tim gabungan dari TNI–Polri, BPBD, dan Satpol PP telah dikerahkan ke seluruh lokasi terdampak.
Berikut rangkuman titik longsor besar di Kota Sibolga:
1. Tangga Seratus – Cafe Rumah Uci (Pasar Baru)
Longsor menghantam kawasan Tangga Seratus.
Menimpa Cafe Rumah Uci dan Bengkel Beliham.
3 kendaraan dan 2 rumah rusak.
Dua orang masih dalam pencarian.
2. Bukit Aido Sibolga (Pancuran Gerobak)
Lima rumah rusak akibat terjangan material longsor.
Tidak ada korban jiwa.
3. Belakang Masjid Budi Sehati (Pancuran Gerobak)
Tiga rumah rusak berat.
Tiga korban, dua hilang dan satu luka-luka.
4. Depan STPS Sibolga (Aek Parombunan)
Dua rumah rusak berat.
Satu orang meninggal dunia.
5. Belakang SMP Negeri 5 Sibolga (Aek Parombunan)
Titik paling parah.
Lima rumah rusak berat.
Empat orang meninggal, diduga masih ada korban tertimbun.
6. Kampung Paten Huta Tonga Tonga
Dua rumah mengalami kerusakan berat.
Dua warga luka-luka.
AKP Agus Adhitama mengimbau warga yang tinggal di bantaran tebing dan lereng untuk segera mengungsi mengingat kondisi tanah masih labil dan cuaca diprediksi hujan deras dalam beberapa hari ke depan.
- Pemerintah dan BPBD Siapkan Langkah Darurat
- Pemerintah Kota Sibolga dan Tapteng telah menyiapkan:
- Posko bantuan darurat,
- Dapur umum sementara,
- Evakuasi bagi warga di zona rawan,
- Distribusi bantuan sandang dan pangan.
Masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama pada wilayah perbukitan, tebing, dan aliran sungai yang berpotensi kembali terjadi banjir bandang maupun longsor susulan. (red/tam)



Tidak ada komentar