Kisah Inspiratif Alissa: Selesaikan S1-S2 dalam 4 Tahun di Unair dan Kampus Inggris
Lintas Publik, Menyelesaikan pendidikan S1 dan S2 dalam waktu hanya empat tahun kini bukan lagi hal mustahil. Hal ini dibuktikan oleh Alissa Angelia, lulusan Fakultas Hukum (FH) Universitas Airlangga (Unair), yang berhasil menempuh jalur fast track bekerja sama dengan University of Durham, Inggris.
BACA JUGA Pesparani KATOLIK IV di Siantar Sukses, Pastor Vikep : Patut Kita Syukuri, Terimakasih Panitia
![]() |
| Alissa Menyelesaikan Pendidikan S1 dan S2 Dalam Waktu Hanya Empat Tahun./ts |
Alissa mengungkapkan, ia pertama kali mengetahui program fast track saat berada di semester lima jenjang S1 Unair. Kesempatan untuk meraih dua gelar sekaligus, baik dari kampus dalam negeri maupun luar negeri, membuatnya tertarik dan memutuskan mengikuti program tersebut.
Setelah menyelesaikan proses akademik di Unair, Alissa pun terbang ke Inggris untuk melanjutkan studi. Di University of Durham, ia menghadapi sistem pendidikan yang berbeda, terutama dalam cara penilaian. “Di Unair, nilai akhir dihitung berdasarkan ujian. Sedangkan di Durham, penilaian dilakukan melalui esai yang juga menentukan nilai akhir,” ujar Alissa, dikutip dari laman Unair, Minggu (5/10/2025).
Selain perbedaan sistem pendidikan, Alissa juga menyoroti tantangan bahasa dan budaya. Aksen bahasa Inggris yang berbeda dan adaptasi sosial menjadi pengalaman baru yang harus dilewati. Kendati demikian, semua tantangan berhasil dilalui, dan ia dijadwalkan diwisuda dari University of Durham pada Januari 2026.
Minat Hukum Internasional
Alissa menyebut ketertarikannya pada bidang hukum internasional sudah muncul sejak menempuh studi di FH Unair. Hal itu tercermin dalam tesisnya yang membahas kriteria pelaku kejahatan pidana internasional yang bisa diadili di Mahkamah Internasional, termasuk apakah seorang pelaku harus memiliki jabatan tinggi atau bawahan.
Setelah meraih gelar dari dua kampus sekaligus, Alissa berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi Indonesia, khususnya di bidang hukum internasional. “Semoga saya bisa membawa nama baik Indonesia di kancah internasional, misalnya melalui NGO internasional, sekaligus memperkenalkan budaya dan kekuatan Indonesia di mata dunia,” ujarnya. (*/ts)



Tidak ada komentar