Header Ads

Brigadir MAL, Anak Buah Kapolrestabes Medan Merampok Lalu Digebuki Massa, Bukan Sekali Terjadi

Medan, Brigadir MAL, anak buah Kapolrestabes Medan, Kombes Valentino Alfa Tatareda digebuki warga karena nekat merampok motor.

Menurut laporan, aksi perampokan Brigadir MAL ini berlangsung di Desa Pematang johar, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deliserdang pada Minggu (21/5/2023) malam.

BACA JUGA  2 Pimpinan Ponpes di NTB Dilaporkan Perkosa 41 Santriwati, Modus Janji Surga

Hari itu, Brigadir MAL dan komplotannya berpura-pura melakukan razia.

Mereka mengintai pengendara motor yang tengah melintas sendirian di jalan.

Kemudian, pelaku dan komplotannya menghentikan pengendara motor tersebut, sembari meminta surat-surat.

Begitu motor dikuasai, pelaku pun kabur.

Sontak, korbannya teriak hingga mengundang perhatian warga.

"Sekarang masih kami dalami. Silakan ke Kasat Reskrim dulu," kata Kombes Valentiono Alfa Tatareda ketika dikonfirmasi, Senin (22/5/2023).

Menurut keterangan warga, upaya melarikan diri pelaku gagal.

Brigadir MAL ditangkap, lalu digebuki hingga setengah sadar.

Usai dihajar warga, oknum polisi nakal ini pun diboyong ke RS Bhayangkara Tingkat II Medan.

Di rumah sakit, tampak oknum polisi terrsebut terkulai lemas.

Ia terlihat dijaga oleh perawat.

Terlihat pula oknum polisi itu masih menggunakan baju dinas kaus cokelat.

Belum diketahui dari satuan mana pelaku ini.

Kapolrestabes Medan mengaku meminta waktu untuk mendalami satuan anak buahnya ini.

Kasus Serupa Pernah Terjadi

Kasus perampokan serupa pernah terjadi dan dilakukan anggota Polrestabes Medan.

Ada tiga orang anggota Polrestabes Medan yang terlibat perampokan.

BACA JUGA  PROFIL AKBP Reinhard Nainggolan Jadi Penjamin Janda 5 Anak di Nias Selatan yang Ditahan Kejari

 

Saat itu, ketiga pelaku langsung ditangkap Propam.

Kasi Propam Polrestabes Medan, Kompol Muhammad Tomi kala itu menjelaskan, tiga personel perampok itu adalah H, B dan A.

Saat ini ketiganya lagi diproses di Sat Reskrim Polrestabes Medan. 

"Mengenai anggota sudah diproses secara pidana di Reskrim," kata Tomi dilansir Tribun-medan.com, Jumat (7/10/2022).

Ia menjelaskan, setelah pemeriksaan kasus pidananya, ketiga anggota Sat Sabhara Polrestabes Medan ini akan digelandang ke Unit Propam Polrestabes Medan.

"Untuk pelanggaran anggota sendiri nanti kita proses, ya kita lihat dari hasil pemeriksaan nanti," sebutnya.

Tomi menuturkan, nantinya ketiga personel yang mencoba melakukan perampokan sepeda motor warga Pancurbatu bernama Benny Sembiring itu pasti akan diberikan sanksi.

"Kita akan lakukan pemeriksaan atas pelanggaran, yang jelas mereka melanggar kita berikan sanksi," tegas Tomi.

Lebih lanjut, dikatakannya selama ini tiga anak buahnya itu tidak pernah berurusan dengan Propam.

"Selama ini kita lihat tidak ada, dengan kejadian itu kita tahu bahwa dia telah melakukan pelanggaran," pungkasnya.

Komentar Polda Sumut

Lima orang pria yang sebelumnya mengaku anggota Polda Sumut dan berusaha merampok warga ternyata tiga diantaranya bertugas di Polrestabes Medan.

Menurut Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Hadi Wahyudi, saat ini tiga pria yang dituding hendak merampok warga itu sudah diamankan di Polrestabes Medan. 

"Info terakhir sudah ditangkap, dan ada oknum anggota yang terlibat tiga orang, Polrestabes Medan," kata Hadi, Jumat (7/20/2022).

Hadi mengatakan, saat ini pelaku upaya perampokan sepeda motor modus Cash On Delivery (COD) di Jalan Gatot Subroto itu masih diperiksa Sat Reskrim Polrestabes Medan.

Selain itu, penyidik Propam Polda Sumut juga turun tangan guna memastikan kebenaran personel yang terlibat.

"Saat ini masih diinterogasi Reskrim Polrestabes dan Propam," kata Hadi.

Sebelumnya, seorang pria bernama Benny, warga Kecamatan Pancur Batu menjadi korban percobaan perampokan lima pria yang mengaku anggota Polda Sumut.

Peristiwa ini bermula ketika ia memposting foto sepeda motornya yang hendak dijual melalui market place Facebook.

Kemudian sebuah akun menanggapi dan hendak membeli sepeda motor yang ia posting.

Setelah itu percakapan pun berlanjut hingga ke WhatsApp dan mereka membuat janji ketemu pada Rabu 5 September malam sekitar pukul 19:00 WIB menggunakan sepeda motor dan membawa serta anak dan istrinya.

Sampai di lokasi ada dua pria mengendarai sepeda motor mendatanginya mengaku sebagai pembeli.

"Awalnya mereka datang dua orang mengecek unit dan mempelajari cara memakai remot, disitu saya sudah mulai curiga," sebutnya.

BACA JUGA  Daftar 16 Korban Kecelakaan Truk Vs Bus di Tol Medan-Tebing Tinggi, 4 Tewas

Tak lama kemudian, muncul mobil kijang Innova hitam BK 1165 QZ yang berisikan tiga orang laki-laki.

Ketiganya mendatangi Benny dengan menyebut kalau motor yang hendak dijual terlibat masalah.

"Mereka minta saya tidak bergerak. Karena alasannya mereka itu bertugas di Polda Sumut," kata Benny.

Merasa ada yang tak beres, Benny meminta para pelaku menunjukkan identitasnya. Namun, para pelaku itu ngotot ingin membawa Benny ke kantor Polisi. 

Kemudian ia pun meminta jika hendak dibawa ke kantor Polisi, ke Polsek Sunggal saja.

Setelah Benny bilang begitu, para pelaku ingin membawa kabur sepeda motor beserta STNK motornya namun segera dimatikan.

Kemudian para pelaku pun mengancam Benny akan dibawa masuk ke dalam mobil.

"Saya bilang, sebentar, biar saya telepon kawan yang di Polda," kata Benny.

Mendengar hal itu, para pelaku langsung kabur.

Padahal, kata Benny ia mengambil handphone karena mau menjepret wajah pelaku. 

"Mau ku foto, mereka marah, terus kabur. Mau dibawanya STNK sama kunci motor saya," ucap Benny.

Karena para pelaku berusaha kabur, istri Benny berusaha menahan mobil tersebut.

Karena para pelaku tetap tancap gas istri Benny yang tengah menggendong anak sempat terluka akibat terseret mobil.

Sementara surat kendaraan yang sempat diambil dilempar keluar dari dalam mobil.

"Dilemparkan nya kunci sama surat ke muka saya. Saya lihat anak saya tercampak, ya saya selamat kan anak saya dan tidak saya kerjar mobilnya," sebutnya. tribun-medan.com/t


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.