Warga Jalan Nias Digusur, Persatuan Rakyat Tertindas Tuntut Pj Walikota Dicopot
LINTAS PUBLIK-SIANTAR, Puluhan pendemo dari Persatuan Rakyat Tertindas mendemo kantor DPRD Siantar, atas penggusuran yang dilakukan Pemko Siantar terhadap warga Jalan Nias, Kamis (9/6/2016) sekira 10.54 WIB.
Para pendemo, tak terima cara penggusuran tanpa ada solusi yakni relokasi.
Fransiskus Silalahi orator aksi mengatakan Pemko menegakkan Perda tanpa memikirkan nasib rakyatnya.Dengan bertameng Perda, Pemko menggusur dan merattakan puluhan rumah yang dihuni sekelompok masyarakatt miskin perkotaan selama bertahun-tahun di Sungai Toge Kelurahan Toba Kecamatan Siantar Selatan.
Setelah penggusuran dengan meratakan hunian,puluhan kepala keluarga tidak memiliki tempat tinggal dan bertahan hidup tinggal dengan puing-puing bangunan.
"Ini jelas diskriminatif tidak berpihak kepada rakyat miskin,namun berpihak penuh kepada sekelompok pemilik modal atau melakukan kebijakan yang semena mena. Masih banyak lagi bangunan-bangunan beton dan permanen yang bercokol di pinggiran sungai,"teriak mereka.
Warga yang digusur beserta empat front (PRD,LMND,LBH IKADIN dan SBSI Sejahtera) meminta agar Pj Walikota dicopot, stop penggusuran bagi masyarakat miskin, sediakan pemukiman layak bagi warga korban penggusuran dan bongkar semua bangunan yang melanggar Perda.
Penulis : franki
Editor : tagor
Para pendemo, tak terima cara penggusuran tanpa ada solusi yakni relokasi.
Fransiskus Silalahi orator aksi mengatakan Pemko menegakkan Perda tanpa memikirkan nasib rakyatnya.Dengan bertameng Perda, Pemko menggusur dan merattakan puluhan rumah yang dihuni sekelompok masyarakatt miskin perkotaan selama bertahun-tahun di Sungai Toge Kelurahan Toba Kecamatan Siantar Selatan.
Setelah penggusuran dengan meratakan hunian,puluhan kepala keluarga tidak memiliki tempat tinggal dan bertahan hidup tinggal dengan puing-puing bangunan.
"Ini jelas diskriminatif tidak berpihak kepada rakyat miskin,namun berpihak penuh kepada sekelompok pemilik modal atau melakukan kebijakan yang semena mena. Masih banyak lagi bangunan-bangunan beton dan permanen yang bercokol di pinggiran sungai,"teriak mereka.
Warga yang digusur beserta empat front (PRD,LMND,LBH IKADIN dan SBSI Sejahtera) meminta agar Pj Walikota dicopot, stop penggusuran bagi masyarakat miskin, sediakan pemukiman layak bagi warga korban penggusuran dan bongkar semua bangunan yang melanggar Perda.
Penulis : franki
Editor : tagor




Tidak ada komentar