Header Ads


Tragis,Orang Tua Tinggalkan Bayinya Tewas di RSVI

LINTAS PUBLIK-SIANTAR, Bayi berusia satu hari, ditelantarkan orang tuanya di Rumah Sakit Vita Insani saat mendapatkan perawatan.

Lebih tragisnya, pasangan suami istri Samson Silaban dan Janni br Sihotang, tega meninggalkan begitu saja,saat mengetahui bayinya dalam kondisi kritis hingga menghembuskan nafas terakhir di ruangan ICU RSVI.
Diduga, pasangan suami istri tersebut yang beralamat di Desa Pakkat Kelurahan Hauagong,Kecamatan Pakkat,Kabupaten Humbahas ini tidak memiliki biaya untuk membayar biaya pengobatan.

Menurut Humas RSVI,Choki Pardede,Sabtu (7/11/2015),
bayi tersebut masuk perawatan di RSVI tanggal 31 Oktober 2015 sekira pukul 19.04 WIB.

Bayi tersebut,kata Choki,merupakan rujukan dari Rumah Sakit HKBP Balige.
"Begitu tiba di RSVI,bayi tersebut langsung ditangani di IGD.Kondisinya saat itu sangat buruk,kejang-kejang serta nafasnya sudah tidak beraturan,"ujarnya seraya menjelaskan bahwa dokter dan para media RSVI langsung menangani bayi tersebut.

Kemudian,pada tanggal 2 November 2015 dilakukanlah poto throrax,dan hasilnya bahwa bayi itu mengidap penyakit bronchities.

Para dokter maupun para medis,kata Choki selalu memantau kondisi bayi tersebut,dan pada tanggal 3 November 2015,keadaan bayi tersebut mengalami penurunan.

"Hasil pemeriksaan tersebut,dilaporkan kepada ayahnya,yang saat itu selalu stand by di rumah sakit.Sedangkan ibunya,telah terlebih dahulu pulang ke Balige,"jelasna

Setelah mengetahui kondisi bayinya, ayahnya Samson Silaban ,kata Choki, malah permisi mau pulang ke rumahnya di Balige dengan alasan mengurus istrinya yang sakit di Rumah Sakit HKBP Balige.

"Sebenarnya tidak dikasih ijin untuk meninggalkan bayi, namun karena permintaan untuk mengurus istri, maka pihak RSVI mengizinkan. Dengan catatan, ada pernyataan dari  Samson akan menerima kondisi anak itu,"ujarnya

Kemudian,pada tanggal 6 November 2015 sekira pukul 17.00 WIB,tim medis memastikan bahwa bayi tersebut tidak lagi bernapas alias meninggal.

"Saat bayi tidak lagi bernapas atau meninggal,kedua orang tuanya tidak ada.Malahan,saat dihubungi pun,orang tuanya mengaku pasrah,"ujar Choki.


Penulis    : franki
Editor      : tagor




Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.