Alasan Tidak Makan, Orang Tua Telantarkan Bayinya Hingga Tewas
LINTAS PUBLIK-SIANTAR, Penelantaran bayi yang berusia satu hari hingga tewas di Rumah Sakit Vita Insani Kota Pematangsiantar,diduga kuat karena motif ekonomi.
Orang tua bayi yakni Samson Silaban dan Janni br Sihotang (pasangan suami istri) bahkan tidak mendampingi bayinya sejak kondisi kritis di ruangan ICU RSVI hingga tewas.
Warga Desa Pakkat Kelurahan Pankat Hauagong,Kecamatan Pakkat,Kabupaten Humbahas ini tidak mengindahkan kabar dari managemen RSVI,yang menghubungi orang tua bayi tersebut.
Humas RSVI Choki Pardede,Sabtu (7 November 2015) mengatakan bahwa orang tua bayi tersebut mengaku pasrah terhadap bayinya, yang merupakan hasil benih cinta mereka.
Berikut ini petikan sms orang tua bayi tersebut ( Samson Silaban), saat humas RSVI Choki Pardede berupaya menghubunginya.
"Satu malam ini sdh saya usahakan pak. Tetap tdk ada pak. Mohon pak karena ketidakmampuan kami sdh tdk sanggup lagi pak. Mohonlah pak kami tdk bisa datang. Supaya jenazah anak saya gmna baiknya pihak rmh sakit menyelesaikan. Kami keluarga sdh iklas pak. Mohon maklum pak kami sdh tdk makan lagi pak,"jawabnya
Ditambahkan Choki, bahwa orang tua bayi tersebut,sempat menyetorkan uang sebesar Rp 5.000.000,sedangkan kekurangan Rp 5.000.000
"Uang itu diserahkan, saat pertama kali masuk RSVI.Kemudian,karena mengetahui kondisi bayinya sudah tidak tertolong, Ayahnya (Samson Silaban) meninggalkan bayinya.Total biaya kekurangan selama di RSVI Rp 5.000.000,"urai Choki.
"Biaya kekurangan itu,telah dilunaskan RSVI.Dan,penelantaran bayi ini telah dilaporkan ke Polres Pematangsiantar.Biarlah,kepolisian yang akan memanggil orang tua bayi yang tewas tersebut,"jelas Choki seraya akan berkoordinasi dengan managemen RSUD Djasamen Saragih,soal pemindahan jenazah bayi tersebut.Dikarenakan,ruang jenazah RSVI tidak memiliki alat pendingin.
Penulis : franki
Editor : tagor
Orang tua bayi yakni Samson Silaban dan Janni br Sihotang (pasangan suami istri) bahkan tidak mendampingi bayinya sejak kondisi kritis di ruangan ICU RSVI hingga tewas.
Warga Desa Pakkat Kelurahan Pankat Hauagong,Kecamatan Pakkat,Kabupaten Humbahas ini tidak mengindahkan kabar dari managemen RSVI,yang menghubungi orang tua bayi tersebut.
Humas RSVI Choki Pardede,Sabtu (7 November 2015) mengatakan bahwa orang tua bayi tersebut mengaku pasrah terhadap bayinya, yang merupakan hasil benih cinta mereka.
Berikut ini petikan sms orang tua bayi tersebut ( Samson Silaban), saat humas RSVI Choki Pardede berupaya menghubunginya.
"Satu malam ini sdh saya usahakan pak. Tetap tdk ada pak. Mohon pak karena ketidakmampuan kami sdh tdk sanggup lagi pak. Mohonlah pak kami tdk bisa datang. Supaya jenazah anak saya gmna baiknya pihak rmh sakit menyelesaikan. Kami keluarga sdh iklas pak. Mohon maklum pak kami sdh tdk makan lagi pak,"jawabnya
Ditambahkan Choki, bahwa orang tua bayi tersebut,sempat menyetorkan uang sebesar Rp 5.000.000,sedangkan kekurangan Rp 5.000.000
"Uang itu diserahkan, saat pertama kali masuk RSVI.Kemudian,karena mengetahui kondisi bayinya sudah tidak tertolong, Ayahnya (Samson Silaban) meninggalkan bayinya.Total biaya kekurangan selama di RSVI Rp 5.000.000,"urai Choki.
"Biaya kekurangan itu,telah dilunaskan RSVI.Dan,penelantaran bayi ini telah dilaporkan ke Polres Pematangsiantar.Biarlah,kepolisian yang akan memanggil orang tua bayi yang tewas tersebut,"jelas Choki seraya akan berkoordinasi dengan managemen RSUD Djasamen Saragih,soal pemindahan jenazah bayi tersebut.Dikarenakan,ruang jenazah RSVI tidak memiliki alat pendingin.
Penulis : franki
Editor : tagor





Tidak ada komentar