Header Ads


Murid Bacok Dua Wanita Guru Terkait Seragam Olahraga

LINTAS PUBLIK - TANGERANG,  Sri Hastuti,41, dan anaknya Muryanah,22, dua guru wanita  yang dianiaya muridnya di Panongan, Kabupaten Tangerang motifnya perlahan mulai terkuak. Aksi penyerangan itu ternyata dilatar- belakangi soal seragam olahraga yang tak kunjung diberikan oleh pihak sekolah.
“Pelaku kesal karena seragam olahraga yang telah dibayar lunas belum juga diberikan,” kata Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Tangerang, Iptu Wawan Purnama.
Guru yang dibacok murinya dirawat di rumah sakit


Sebelum penganiayaan terjadi, pelajar kelas 1 SMK itu sudah tiga kali menanyakan kapan pihak sekolah memberikan seragam olahraga. Namun, Muryanah malah meminta FA untuk melunasi biaya SPP bulan Oktober terlebih dahulu.
“Pelaku dendam sama korban yang staf TU. Karena sebagai murid baru yang sudah membayar lunas seragam olahraga, tapi sampai tanggal 5 Oktober 2015, baju itu belum juga dikasih,” ungkap Wawan.
Lantaran kesal, FA pun akhirnya mendatangi rumah Muryanah yang berada di lingkungan Yayasan Darussalam yang diketuai ibunya tersebut. Dengan menggunakan golok yang dibawanya dari rumah, pemuda berusia 15 tahun itu kemudian membacok kepala Muryanah. Mengetahui anaknya diserang, Sri Hastuti mencoba menolong anaknya tersebut.
Hingga saat ini, FA masih dimintai keterangannya di Polresta Tangerang. Kedua guru yang menjadi korban masih menjalani perawatan intensif di Ciputra Hospital. Meski salah satu korban dikabarkan berangsur pulih, keduanya belum bisa dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.



Editor    : tagor
Sumber : poskota

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.