Header Ads


Ephorus GKPS Nilai Program Calon Walikota Ini Baik, Logis dan Tidak Muluk-muluk

LINTAS PUBLIK-SIANTAR, Ephorus Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) Pdt. Martin Rumanja Purba, MSi,  mengatakan rakyat Siantar saat ini rindu sosok pemimpin yang mempunyai konsep yang jelas. Hal ini disampaikan Ephorus saat bertemu dengan pasangan Calon Walikota – Wakil Walikota Pematangsiantar Teddy Robinson Siahaan – Zainal Purba di Kantor Pusat GKPS, Kamis (8/10/2015).
TRS dan Ephorus GKPS Pdt.Rumanja Purba
Dalam pertemuan yang juga dihadiri Sekretaris Jenderal GKPS Pdt. Paul Ulrich Purba ini, Teddy Robinson Siahaan (TRS) menyampaikan secara gamblang konsep dan visi misinya jika kelak terpilih menjadi Walikota Pematangsiantar. TRS memulai dari keprihatinan atas keresahan masyarakat dengan  kenaikan tarif air PDAM. TRS berjanji, jika Tuhan mengijinkan dirinya menjadi walikota Pematangsiantar, tarif air minum akan diturunkan selambat-lambatnya tiga bulan setelah dia dilantik menjadi walikota. TRS kemudian menjelaskan kepada Ephorus bagaimana caranya tarif air minum bisa diturunkan tanpa menurunkan gaji para pegawainya. Dia menerangkan secara rinci teknis menurunkan tarif air minum.   
“Semuanya bisa dilakukan tanpa harus menurunkan gaji pegawai PDAM. Ini hanya soal kemauan dan didasari niat baik,” ujarnya.
Selain soal tarif air minum, TRS juga menyampaikan konsepnya untuk mengatasi pengangguran dengan pembukaan industri garmen di Pematangsiantar. TRS menjelaskan kalau  ia telah menggandeng  sejumlah investor asal Korea Selatan untuk berinvestasi di Siantar. Sebelumnya beberapa pabrik milik pengusaha Korea Selatan tersebut beroperasi di Jakarta, namun karena alasan biaya yang sangat tinggi, pabrik tersebut akan dipindahkan ke daerah Ungaran, Jawa Tengah atau ke negara Myanmar.
“Saya menawarkan untuk memindahkan pabrik mereka ke Siantar dengan fasilitas lokasi yang memadai dan perijinan yang lebih mudah. Selain itu, gaji karyawan dan biaya pengapalan produk mereka akan jauh lebih murah dan lebih cepat dibandingkan ketika mereka berada di Jakarta, “ kata TRS. 
Sekjen GKPS sempat menanyakan apakah TRS akan menjadikan Siantar sebagai kota Industri, namun TRS menjawab bahwa ia tidak mengatakan Siantar akan menjadi kota industri.
  “Pendirian industri garmen di Siantar adalah untuk solusi mengatasi pengangguran yang juga akan melahirkan efek pertumbuhan ekonomi dan menurunkan tingkat kriminalitas,” ujar TRS.
TRS menambahkan pendirian industri di Siantar juga akan sekaligus menjawab tantangan hasil dari dunia pendidikan. Dalam konsep saya, kata TRS, dunia pendidikan akan dibuat lebih berkualitas lagi dengan membuat beberapa sekolah unggulan dan pendirian universitas negeri.
“Namun kalau pendidikan sudah berkualitas dan ada universitas negeri, lantas kemana para lulusannya? Apakah nanti daerah lain yang akan menikmati hasilnya sementara kita yang mendidik mereka?” tanya TRS.
Itu sebabnya, kata TRS, pendirian industri di Siantar sekaligus untuk menampung lulusan-lulusan sekolah dan universitas yang ada di Siantar, jangan sampai mereka mencari pekerjaan ke daerah lain.
Setelah mendengarkan pemaparan konsep dan visi misi TRS, Ephorus menilai sosok TRS dan Zainal Purba adalah sosok yang dirindukan masyarakat Siantar selama ini. Diapun tidak meragukan  kemampuan TRS dalam menciptakan sebuah kota yang maju mengingat latar belakang dan sejumlah pengalaman kerja TRS selama di Jakarta.
‘’Wajar dia mampu menjalankan programnya itu karena  kita bisa lihat rekam jejaknya selama ini. Semua yang dia sampaikan sesuatu yang baik dan logis. TRS tidak menyampaikan hal yang muluk-muluk namun sesuatu yang logis, diperlukan niat dan keberanian, itu saja, “ ujar Ephorus.
Ephorus pun senang atas kehadiran satu-satunya pasangan Calon Walikota yang yang memiliki unsur Simalungun ini. Ephorus menyatakan kegembiraannya dapat mengenal pasangan TRS – Zainal tak hanya secara pribadi namun juga mengenal konsep dan visi-misinya. Ephorus mendoakan agar Tuhan membukakan mata hati warga Siantar dalam menentukan pilihannya  pada Desember nanti.
Pertemuan diakhiri dengan doa dan foto bersama sejumlah pengurus GKPS.



Penulis : franki / rel Editor : tagor

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.