Tim Sortaman Bergabung Ke TRS-Zainal
Budiman Saragih : TRS Zainal Satu-satunya Kandidat Yang Peduli Simalungun
LINTAS PUBLIK - SIANTAR, Tim relawan Sortaman Saragih, akhirnya melabuhkan dukungan kepada Calon Walikota dan Wakil Walikota Kota Pematangsiantar 2015-2020, Teddy Robinson Siahaan - Zainal Purba.
Hal ini disampaikan oleh Budiman Saragih Garingging yang didampingi sejumlah kordinator lapangan yang sebelumnya mendukung Sortaman maju lewat jalur perseorangan.
![]() |
| Tim Sortaman nyatakan dukungan kepada TRS-Zainal Purba |
Dalam pertemuan yang melibatkan puluhan orang di Jalan Kain Suji, Rabu (30/9/2015), mereka menilai TRS-Zainal lah yang paling layak untuk didukung. Selain memiliki kualitas pemimpin yang sangat dibutuhkan Siantar, mereka juga menilai TRS-Zainal adalah kandidat yang paling memiliki kepedulian dan perhatian terhadap budaya Simalungun. Pasalnya menurut pengamatan mereka , TRS – Zainal telah membuktikannya saat Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Pematangsiantar menggelar kampanye damai .
“Kami menilai TRS-Zainal lah yang paling peduli dan menghargai kebudayaan Simalungun. Kami sudah lihat saat kampanye damai, Zainal Purba mengenakan pakaian adat Simalungun.Tak hanya itu Pak TRS juga membuat ornamen Simalungun di mobil hiasnya saat karnaval kampanye damai kemarin,” ucap Budiman Saragih.
Menanggapi keinginan Tim Sortaman untuk bergabung, TRS menyambutnya dengan pintu terbuka. Namun ada hal yang harus dipahami bersama, TRS memiliki konsep berbeda dengan calon lain. Hal paling prinsip dalam tim yang bergabung adalah TRS menolak dengan tegas praktik money politic dalam Pilkada Siantar.
“Kita terbuka ke siapa saja, saat ini kita sudah menyusun tim-tim namun kami sangat terbuka untuk menerima dukungan dari elemen mana pun. Dalam program kerja kami, kita mengakomodir kepentingan Simalungun, wakil saya Simalungun dan satu-satunya kandidat yang memiliki unsur Simalungun. Meskipun hal ini bukanlah soal suku atau agama, namun kita tidak bisa melupakan sejarah Siantar yang tak terpisahkan denga etnis Simalungun, ” jelas TRS
TRS juga menyampaikan bahwa ada 3 program walikota terdahulu yang sangat minus dan tidak pro rakyat. Antara lain janji membangun Tugu Sangnaualuh, yang sampai akhir jabatannya tidak terealisasi. Menurutnya hal tersebut merupakan penghinaan bagi rakyat Siantar. Pembangunan Pasar Melanthon juga mengalami kegagalan total, ditambah lagi kebijakan menaikkan tarif dasar air minum PDAM yang mencekik leher rakyat Siantar.
“Ada tiga program walikota terdahulu yang sangat minus dan menyengsarakan rakyat. Mulai dari janji pembangunan tugu Sangnaualuh yang tidak terealisasi, Pasar Melanthon yang gagal total, menaikkan tarif air yang menyengsarakan rakyat. Saya lihat ini harus dibenahi, saya mau rakyat itu benar-benar sadar akan keadaan ini,” jelas TRS
Program kerja TRS pun berangkat dari persoalan-persoalan yang dihadapi rakyat Siantar. Tahun lalu ia sudah mengadakan Focus Group Discusion (FGD), tim bertemu dengan kelompok-kelompok masyarakat dari berbagai latar belakang untuk memahami betul permasalahan yang ada di Siantar.
TRS juga menambahkan selain masalah di atas ada beberapa persoalan lain yang harus diselesaikan. Dalam hal pendidikan, wajib belajar sembilan tahun yang gratis, harus benar-benar gratis tanpa kutipan apapun.
“Pendidikan gratis, tapi masih ada kutipan ini itu. Kalau gratis ya gratis aja, tidak ada kutipan ini itu. Pedagang kecil akan kita bantu dengan program pinjaman dengan bunga ringan, dananya tidak menggunakan APBD, tapi saya bisa dapatkan dari CSR BUMN yang ada di Indonesia ini," jelas TRS.
Charles Sipayung yang juga merupakan bagian dari Tim Sortaman menyatakan kesiapan mereka untuk mendukung TRS. Hal senada juga terlontar dari Ucok Sinaga yang sempat mengkoordinir Tim Sortaman.
Di akhir pertemuan Tim Sortaman yang menyatakan dirinya bergabung dan mendukung TRS berfoto bersama.




Tidak ada komentar