Terungkap Dalam Reses, Pembuatan KTP, KK Tarifnya Beragam
LINTAS PUBLIK-SIANTAR, Sebagai anggota DPRD Siantar, saya siap untuk menampung dan memperjuangkan aspirasi masyarakat. Selain itu, DPRD Siantar juga akan selalu mendesikasikan dirinya untuk rakyat.
" Dipercayakan sebagai wakil rakyat, tentu akan bekerja untuk rakyat. Walaupun fungsi DPRD bukan eksekutor, tetapi segala aspirasi akan diakomodir dan akan saya sampaikan serta mendorongnya nanti kepada SKPD terkait, agar menciptakan solusi," ujar Frans Herbert Siahaan dihadapan peserta reses di Jalan Dalil Tani Ujung Kelurahan Tomuan Kecamatan Siantar Timur,Rabu (30/9/2015).
![]() |
| Anggota DPRD Siantar Frans Herbert Siahaan saat memberikan pemaparan soal resea kepada warga di Jalan Dalil Tani Ujung Kelurahan Tomuan Kecamatan Siantar Timur |
Anggota dewan yang berdomisili di Jalan Pattimura ini, menyebutkan kegiatan reses bermanfaat untuk membahas permasalahan yang dialami oleh rakyat.
" Terpilih mewakili masyarakat Siantar Timur, makna reses adalah bagian tahapan silahturahmi dan koordinasi. Apapun keluhan, sebaiknya dibawa ke dalam musrembang mulai tingkat Kelurahan, Kecamatan, hingga tingkat Kota,"tutur Frans lagi.
Pertemuan dengan suasana terbuka, dan dihadiri sebagai narasumber, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil diwakilkan Kabid Informasi dan Penyuluhan D.I Sipayung, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Ir. Robert Pangaribuan, Perwakilan Camat Siantar Timur R.Saragih, dan Lurah Tomuan Turlin Silangit serta ratusan konstituen
Ada beberapa pertanyaan yang di keluhkan konstituen pada reses tersebut antara lain mahalnya untuk mengurus Kartu Keluarga, Kartu Kependudukan, dan Akte Kelahiran pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, dan masalah pertanian mulai dari irigasi, bantuan kepada kelompok pertanian, sampai permintaan akan bibit ikan.
" Pak jika mengurus KTP, KK, dan Akte Kelahiran kita harus bayar, bahkan beragam mulai Rp 10.000,Rp 20.000, Rp 30.000 sampai Rp 50.000, sementara diundang-undang itu sifatnya gratis," tanya Rosida br. Sirait kepada nara sumber dari Disdukcapil
Mendapat pertanyaan tersebut, D.I Sipayung tidak menanggapinya, dengan enteng malah menjawab jika ada permasalahn warga silahkan datang ke kantor.
'' Kalau ada masalah, sampaikan kepada kami, cerita bayar membayar silahkan datang kekantor,"jawab D.I Sipayung dengan singkat.
Warga lainnya Rolis Sianipar mengkritisi kasus irigasi, yang menurutnya, proyek irigasi oleh Dinas Pertanian terlihat abal-abal.
" Kerja tidak sebanding dengan anggaran yang dipakai, lihat saja bangunan irigasi terkesan asal-asalan, mulai pondasi dasar, sampai tahapan bangunan selesai,"keluhnya dengan kesal
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Robert Pangaribuan mengaku merasa bersalah dan akan menindak lanjuti pada perbaikan proyek selanjutnya.
" Tidak semua memang bisa kami jangkau, tapi akan kita tinjau dan proses nantinya menjadi solusi." ucap Robert dengan enteng .
Penulis : franki Sumber : tagor
Penulis : franki Sumber : tagor




Tidak ada komentar