Minta Naik Gaji, Dapat Jawaban Arogan Dari Camat Martoba
LINTAS PUBLIK - SIANTAR, Sebanyak 9 petugas
kebersihan (wanita) kecamatan Siantar Martoba curhat ke DPRD Kota
Pematangsiantar. Mereka mengeluhkan,tindakan camat Martoba yang arogan bahkan
tidak berlaku adil.
Didampingi Ketua Serikat Buruh Solidaritas
Indonesia Ramlan Sinaga, sang pahlawan kebersihan ini mengaku hanya digaji Rp
17.500/hari. Bahkan, beban kerja mereka tidak disesuaikan ,yang mana mereka
melakukan pekerjaan mengorek parit di sepanjang jalan Medan sedangkan petugas
kebersihan laki-laki menyiram bunga.
![]() |
| Petugas kebersihan kecamatan Siantar Martoba saat mengeluhkan tindakan camat Siantar Martoba kepada ketua DPRD Siantar Eliakim Simanjuntak |
"Kamilah yang menggali parit sepanjang jalan
bukit maratur Pondok Sayur. Gitu juga dulu, sepanjang jalan medan itu, waktu
ada penimbunan, kaminya yang ngangkati tanahnya.Sedangkan petugas kebersihan
laki-laki bertugas menyiram bunga di kantor," ucap wanita ini yang mengaku
telah bertugas selama 3 tahun di kecamatan Siantar Martoba, Senin (01/06/2015)
di halaman DPRD jalan Adam Malik Kota
Pematangsiantar.
Disebutkan wanita itu lagi, yang namanya minta
tidak dpublikasikan mengaku, setiap kali ditanyakan kepada Camat Martoba, petugas
kebersihan ini selalu mendapat jawaban arogan, dan bukan melakukan pendekatan.
"Kalau kalian tidak suka kerjanya, jangan
kerja disini, cari kerja di tempat lain saja," ucap wanita ini menirukan
jawaban camat Martoba. Di hadapan beberapa wartawan, petugas kebersihan ini
menyesalkan jawaban Camat Martoba,yang mana mereka butuh kerja.
Diakui mereka, memang ada uang kesejahteraan yang
terima setiap 3 bulan sebesar Rp 450.000.Tapi tahulah sekarang kebutuhan pokok
mahal-mahal. "Apa tidak boleh kami menuntut kenaikan upah, padahal petugas
seperti kami di dinas kebersihan sudah pantas upahnya di naikan sebesar Rp
25.000 per hari,"ujar wanita ini dengan lirih.
Sementara Ketua Serikat Buruh Solidaritas
Indonesia Ramlan Sinaga mengaku sangat prihatin dengan perlakuan camat martoba.
"Bila ada keluhan bawahannya,hendaknya di dengar bukan malah
diabaikan," ujar Ramlan .
Karena itu,dirinya akan mendampingi masyarakat
kecil ini untuk mendapatkan haknya. Juga dalam melaksanakan tugasnya, resikonya
besar. " Mereka menyapu di tengah jalan,dan itu resikonya sangat tinggi.
Ada baiknya,mereka ini diberikan BPJS Kesehatan maupun Ketenaga kerjaan,jangan
tajam ke swasta padahal ditubuhnya sendiri tidak bernyali ,"ucapnya lagi .
Melihat ada keluhan petugas kebersihan, Ketua DPRD
Eliakim Simanjuntak mengatakan akan memperjuangkan tuntutan petugas kebersihan
tersebut. " Ibu-ibu sekalian, sebelum datang kesini, ada baiknya
memberikan surat perihal apa keluhan ibu-ibu. Biar kami tahu memanggil intansi
yang menanganinya. Jika ibu-ibu tadi mengeluhkan Camat Martoba,biar kita
panggil. Dan, ibu-ibu sendiri mendengar langsung jawabannya," ucap Eliakim
tentang perlunya pemberitahuan terlebih dahulu.
Penulis : Franki
Editor : Tagor





Tidak ada komentar