Yasonna Harapkan Kesatuan Gereja di Sumatera Utara
LINTAS PUBLIK – SIANTAR, Dalam paparan
Seminar misi dengan tema Misi dan Pembentukan Manusia Seutuhnya , Menteri Hukum
dan HAM Dr.Yasonna Hamonangan laoly,SH,Msi menyebut bahwa HKBP yang bersinode di
Sumatera Utara ini adalah Gereja Tuhan dengan jumlah jemaat terbesar di
Indonesia.
![]() |
| Yasona Laoly saat mengisi seminar di STT HKBP Pematangsiantar |
Apalagi kata Yasonna, bila pecahan-pecahan
HKBP antara lain, GKPI, HKI, HKIP serta pecahan lainnya dapat kembali menyatukan diri
dalam satu wadah, saya dapat memastikan bahwa Sinode HKBP akan merupakan suara
Kristen yang terbesar dalam Republik ini.BACA JUGA
Dihadapan Menkumham, Hulman : Jangan Bertele-tele Yang Penting Cair
Dihadapan Menkumham, Hulman : Jangan Bertele-tele Yang Penting Cair
” Saya akan terus berdoa, agar Tuhan mengabulkan
cita-cita persatuan yang luhur ini. Persatuan yang menjadi teladan tidak hanya
bagi gereja tuhan yang lain, tetapi juga guna mewujudkan Tubuh Kristus
seutuhnya. Bukankah pengampunan itu adalah awal daru suatu rekonsiliasi seperti
Kristus mengampuni dosa dan kesalahan kita yang juga menjadi awal sapaan Allah
kepada manusia yang menyatukan dirinya kembali dengan sang pencipta,” ucap
Yasonna,Senin (25/05/2015) di STT HKBP jalan Asahan
Dikatakan Yasonna lagi, bila kita menyimak
sejarah masuknya agama Kristen di Tanah Batak, hal ini tidak dapat dipisahkan
dari para misionaris atau penginjil yang dikirim oleh lembaga zending Eropah
pada Tahun 31 Maret 1861, dua orang batak pertama dibaptis yaitu Jakobus
Tampubolon dan Simon Siregar.
Pada tahun yang sama tepatnya 7 Oktober
1861 diadakan rapat empat Pendeta di sipirok,yang diikuti dua pendeta Jerman, yaitu
Pdt.Heine dan Pdt.Klemmer serta dua pendeta belanda Pdt.Betz dan Pdt.Asselt.
Mereka melakukan rapat untuk menyerahkan
misi penginjilan kepada Rheinische Misslongesellschaft. Hari tersebut dianggap
menjadi hari berdirinya Huria Kristen Batak Protestan (HKBP). Kemudian Ludwig Ingwer
Nomensen tiba di Padang pada tahun 1862. Ia menetap di Barus dan mempelajari
bahasa dan adat batak serta melayu. Pada tahun 1864,Nomensen masuk ke daerah
silindung,mula-mula di Huta Dame kemudian di Pearaja. Dalam menyampaikan injil,
Nomensen dibantu Raja pontas Lumban Tobing (Raja Batak Pertama yang dibaptis).
Pada awalnya, Nomensen tidak diterima baik
oleh penduduk, karena mereka takut kena bala karena menerima orang lain yang
tidak memelihara adat. Pada satu saat, ketika diadakan pesta nenek moyang batak
di Siatas Barita, dimana menjadi kebiasaan untuk menyembelih korban. Saat itu, sesudah
kerasukan roh, Sibaso (pengantara orang-orang halus) menyuruh orang banyak
untuk membunuh Nomensen sebagai korban, yang pada saat itu hadir di tengah
mereka.
“ Roh yang berbicara melalui orang itu
sudah banyak memperdaya kalian. Itu bukan roh Siatas Barita,n enekmu, melainkan
roh jahat. Masakan nenekmu menuntut darah salah satu dari keturunnanya!, segera
setelah itu Sibaso jatuh ke Tanah,” ucap Yasonna dalam makalahnya mengutip
perkataan Ludwig Ingwer Nomensen Karena kebaikan dan kelemah lembutan yang
diperlihatkan Nomensen, berdampak pada penerimaan suku Batak akan injil
keselamatan itu.
Setelah tujuh tahun melakukan penginjilan, orang
batak yang masuk Kristen berjumlah 1.250 jiwa. Sepuluh tahun kemudian, pada
tahun 1881 naik lima kali lipat hingga jumlah orang batak Kristen sekitar 6.250
orang. Tahun 1918 sudah tercatat 185.731 orang Kristen di wilayah Rheinische
Missionsesellschaft Sumatera.
Tahun 1881, Nomensen diangkat menjadi Ephorus
Rheinische Missionsesellschaft, Jabatantersebut dipegangnya hingga ia meninggal
dunia pada 23 Mei 1918. Suku batak memberi gelar kepada Nomensen dengan sebutan
Ompunta (Nenek Kita). Gelar ini mensejajarkan Nomensen dengan si
Sisingamangaraja atau tokoh sakti lainnya.
Yasonna menyebut di dalam berbangsa dan
bernegara Indonesia, semua orang kristen dituntut untuk menjadi garam dan
terang. “ Garam selalu memberi rasa asinnya dan terang selalu memberikan
cahanya. Memberi adalah prioritas dan menerima adalah hasil dari prioritas
tersebut..”jelas Yasonna mengakhiri . Fra/t




Tidak ada komentar