Walikota Siantar "Gagal", Rapat Sampai Jatuhkan Meja
Ketua
Pansus dan 3 anggotanya WO
LINTAS PUBLIK - SIANTAR, Rapat Paripurna
penyerahan rekomendasi atas LKPJ T.A 2014 dan LKPJ AMJ Walikota Periode
2010-2015 yang dihadiri 21 anggota dewan diwarnai aksi WO (Walk Out). Sebanyak 4 anggota Pansus DPRD Siantar, yaitu Kennedy
Parapat (ketua pansus), Frengki Boy Saragih (wakil ketua Pansus), Oberlin Malau
(sekretaris Pansus), dan Arapen Ginting. Jumat (28/05/2015), ke 4 anggota ini
keluarga dari Rapat Paripurna di ruang Harungguan DPRD jalan Adam Malik Siantar.
![]() |
| Kennedy Parapat meninggalkan ruangan rapat Paripurna, Jumat (29/5/2015 |
Adapun awalnya keluarnya ketua Pansus dan 3
orang lainnya adalah, setelah pimpinan mencabut skors, lalu mempertanyakan
kepada Pansus tentang kesiapan rekomendasi yang akan diserahkan pada rapat
Paripurna.
Kennedy Parapat selaku Ketua Pansus, mengatakan
terlebih dahulu saya menceritakan kondisi di rapat gabungan fraksi tadi. Terjadi
insiden jatuhkan meja, saat Pansus membahas konsep rekomendasi. Dimana saat
itu, fraksi Golkar tetap ngotot memberikan rekomendasi lahan Tanjung Pinggir dan
SMA 4 dibawa ke ranah hukum.
Pada rapat itu, saya katakan bahwa rekomendasi
bisa dimasukkan pada LKPJ AMJ Walikota Periode 2010-2015,bukan di LKPJ T.A
2014. Karena, pada LKPJ T.A 2014 hanya mempertanggung jawabkan penggunaan
anggaran.
Kennedy juga menjelaskan, Fraksi Golkar setuju
Jika itu dimasukkan ke LKPJ AMJ Walikota Periode 2010-2015. Lalu saat melakukan
pembahasan rekomendasi LKPJ AMJ, Pansus menyoroti kegagalan Walikota. Namun ,2
orang anggota Pansus dari Partai Demokrat yakni Asrida Sitohang dan Ronal
Tampubolon tidak setuju rekomendasi Pansus hanya merekomendasikan kegagalan
walikota tanpa membicarakan keberhasilan seorang walikota. BACA JUGA Fraksi Golkar : Kasus SMA 4 dan Tanjung Pinggir Dibawa ke Ranah Hukum
"Terjadi perdebatan sengit hingga
jatuhkan meja, saat Pansus mengarah rekomendasi LKPJ AMJ Walikota," jelas
Kennedy panjang lebar.
Melihat Situasi itu, Kennedy merasa tidak senang,
karena diperlakukan seperti itu, Kennedi juga merasa dipermalukan, tidak
dihargai dihadapan rekan-rekan anggota DPRD lainnya.
"Kerja
kita seakan tidak dihargai, karena itu saya keluar dari rapat ini,"ucap
Kennedy lalu meninggalkan ruangan,diikuti Frengki Boy,Oberlin Malau dan Arapen
Ginting. fra/t





Tidak ada komentar