Rapat Sering di Skors, Diduga DPRD Berkonspirasi Jahat dengan Pemko Siantar
LINTAS PUBLIK - SIANTAR,Seyogianya Jumat
(29/5/2015), Pansus menyerahkan rekomendasi atas LKPJ T.A 2014 dan LKPJ AMJ
Walikota 2010-2015 kepada pimpinan DPRD kota Pematangsiantar,namun sampai
berita ini diturunkan Pansus belum dapat memberikan rekomendasi apapun.
Parahnya, rapat paripurna diwarnai aksi WO anggota
Pansus. Dan beberapa kali rapat paripurna itu harus skors. Yang pertama, rapat
paripurna dilaksanakan Pukul 14.00 Wib yang dihadiri 21 anggota DPRD, rapat terpaksa
di skors karena Ketua Pansus Kennedy Parapat bersama beberapa orang anggota
Pansus WO (walk out), sehingga pimpinan rapat, atas saran peserta rapat memutuskan
rapat diskor sampai pukul 16.00 Wib. BACA JUGA Walikota Siantar "Gagal", Rapat Sampai Jatuhkan Meja
"Rapat
dilanjutkan hingga pukul 16:00 Wib, menunggu kehadiran Pansus untuk memberikan
rekomendasi,"ucap Pimpinan rapat,Eliakim Simanjuntak,didampingi Mangatas
Silalahi dan Timbul M Lingga.
Rapat pun di skors kembali, ketika itu jarum jam telah
menunjukkan Pukul 16.00 Wib, rapat pun dimulai, namun ketika rapat dimulai, tak ada yang dapat dilakukan,
dan kondisinya semakin diperparah karena rapat paripurna hanya dihadiri 7 anggota DPRD. Karena tidak
quorum, lagi-lagi pimpinan rapat menskors rapat Paripurna itu.
![]() |
| Rapat Paripurna DPRD Siantar yang di hadiri hanya 5 orang anggota di ruang Haruguan DPRD kota Pematangsiantar, Jumat (29/5/2015) |
"Kita skors selama satu jam sesuai tatib, karena
rapat ini tidak quorum, kita lanjutkan Pukul 17.00 Wib,"ujar Eliakim ketua DPRD Siantar.
Ketika waktu sudah menunjukkan Pukul 17.00 Wib, kondisinya
bukan malah lebih baik, tetapi semakin parah. Saat pimpinan rapat mencabut
skorsnya, anggota dewan yang hadir hanya 3 orang.
"Karena tidak quorum, kita skors kembali
hingga waktu tidak ditentukan,"tandas Eliakim megetok palunya.
Menanggapi rapat Paripurna yang berulang kali
diskors karena tidak quorum dan adanya dugaan Pansus tidak menyerahkan
rekomendasi atas LKPJ T.A 2014 dan LKPJ AMJ Walikota 2010-2015. Sekretaris
Eksekutif GOMO (Government Monitong) Gunawan Purba menduga ada konspirasi jahat
di DPRD kota Pematangsiantar. BACA JUGA Fraksi Golkar : Kasus SMA 4 dan Tanjung Pinggir Dibawa ke Ranah Hukum
"Ada
dugaan telah terjadi konspirasi jahat di DPRD Siantar. Dimana, ada pihak yg
mempengaruhi kesimpulan Pansus, agar tidak menyatakan yang sebenarnya. Sehingga
kebobrokan Pemerintah kota (Pemko)
Pematangsiantar dapat tertutupi,dan temuan Pansus mengenai kinerja walikota
yang akan dibawah ranah hukum tidak ditindak lanjuti anggota DPRD,"ujarnya
. fra / t





Tidak ada komentar