Header Ads


Diatama Leolin Sitohang, Alumni SMA Negeri 1 Pematangsiantar Raih Summa Cum Laude di Universitas Mikroskil

Aktif di Dunia Literasi dan Teknologi

Medan - Lintas Publik, Diatama Leolin Sitohang, putri asal Pematangsiantar, Sumatera Utara, menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih predikat Summa Cum Laude pada pendidikan S-1 Teknologi Informasi, Fakultas Informatika, Universitas Mikroskil, yang beralamat di jalan Thamrin kota Medan. 

Selain berprestasi di bidang akademik, alumni SMA Negeri 1 Pematangsiantar ini juga aktif dalam kegiatan literasi, penulisan, kreativitas digital, serta pendidikan teknologi bagi anak-anak.

BACA JUGA     Ayah Ibu Tunanetra, Septiana Pasaribu Wisudawati Raih Cumlaude, Ini Pesan Ephorus HKBP

 Diatama Leolin Sitohang/ist
Diatama diwisuda pada Sabtu, 17 Oktober 2026, di Selecta Royal Ballroom, Jalan Listrik, Kota Medan. Pencapaian tersebut menjadi kebanggaan bagi keluarga, terutama kedua orang tuanya, Tagor Sitohang, S.H., dan Helen Iramaya Novalina Sitio, A.M.K.

Lahir pada 5 Agustus 2004, Diatama merupakan putri pertama dari empat bersaudara. Perjalanan pendidikannya dimulai di TK Cinta Rakyat Pematangsiantar, Jalan Sudirman. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di SD Budi Mulia 2 dan SMP Budi Mulia Pematangsiantar, keduanya di kawasan Jalan Farel Pasaribu, sebelum menamatkan pendidikan menengah atas di SMA Negeri 1 Pematangsiantar.

Mengubah Kegagalan Menjadi Peluang

Perjalanan Diatama menuju dunia teknologi informasi berawal dari perubahan cita-cita. Semula, ia ingin menjadi seorang arsitek. Namun, ketika mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi negeri pada 2022, keinginannya tersebut belum terwujud.

Alih-alih menyerah, Diatama memilih melanjutkan pendidikan di Program Studi S-1 Teknologi Informasi, Universitas Mikroskil, Medan. Keputusan itu menjadi awal perjalanan baru yang membawanya mendalami perkembangan teknologi digital dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Selama kuliah, Diatama bersama rekannya, Azura Anggriana, mengerjakan tugas akhir berjudul “Prediksi Keberhasilan UMKM Menggunakan Artificial Neural Network”.

Penelitian tersebut membahas pemanfaatan Artificial Neural Network (ANN) atau jaringan saraf tiruan, salah satu metode kecerdasan buatan yang mampu mempelajari pola dari data untuk menghasilkan prediksi.

Topik ini relevan dengan perkembangan digitalisasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pemanfaatan teknologi berbasis data berpotensi membantu pelaku usaha memahami berbagai faktor yang memengaruhi perkembangan usaha serta mendukung pengambilan keputusan.

Melalui penelitian tersebut, Diatama menunjukkan ketertarikannya terhadap pemanfaatan teknologi informasi untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia usaha.

BACA JUGA  Hotman Paris Menangis: Saya dari Danau Toba, Bisa Bersaing di Kampung Pangeran Charles

Para Wisudawan Saat Mengikuti Acara di Selecta Royal Ballroom, Jalan Listrik, Kota Medan/ist

Aktif Mengembangkan Literasi di Pematangsiantar

Selain menekuni pendidikan formal, Diatama memiliki pengalaman dalam kegiatan sosial dan pengembangan literasi. Ia pernah dipercaya menjadi Ketua Tim Kreatif Rumah Baca Mutiara Bangsa yang berlokasi di Jalan Farel Pasaribu, Pematangsiantar.

Bersama tim Rumah Baca Mutiara Bangsa, Diatama turut berkontribusi dalam kegiatan yang mendorong tumbuhnya minat baca, kreativitas, dan semangat belajar di tengah masyarakat di wilayah Sumatera Utara.

Pada 2023, Rumah Baca Mutiara Bangsa meraih prestasi dalam ajang Gebyar Literasi Sumatera Utara. Penghargaan tersebut disebut diberikan oleh Gubernur Sumatera Utara saat itu, Edy Rahmayadi.

Pengalaman dalam gerakan literasi menjadi salah satu bagian penting dari perjalanan Diatama. Keterlibatannya memperlihatkan bahwa pengembangan diri tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui kegiatan sosial yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Ketertarikannya pada dunia literasi turut diwujudkan melalui karya tulis. Diatama pernah menulis esai berjudul “Indahnya Samosir Kampung Ku, Mana Kampung Mu” yang diterbitkan oleh media lokal Lintas Publik.

Tulisan tersebut mengangkat nuansa perjalanan, budaya, dan ikatan keluarga dengan kampung halaman. Karya itu juga memperlihatkan ketertarikannya terhadap kekayaan budaya Batak dan identitas masyarakat Sumatera Utara.

Mengembangkan Kreativitas dan Usaha Digital

Di ranah digital, Diatama aktif menggunakan akun Instagram @dhisistama. Akun tersebut juga mencantumkan referensi usaha kreatif lokal melalui @tamabuketsiantar.

Usaha tersebut berkaitan dengan pembuatan buket bunga dan kerajinan tangan, termasuk gelang-gelang. Aktivitas ini menjadi ruang untuk mengembangkan kreativitas sekaligus mengenalkan produk lokal melalui media digital.

Keterlibatan dalam kegiatan kreatif dan usaha kecil juga memberikan pengalaman mengenai pentingnya pemasaran, komunikasi, serta pemanfaatan teknologi untuk memperluas jangkauan produk.

Perpaduan antara latar belakang pendidikan teknologi informasi, pengalaman literasi, dan aktivitas kreatif menjadi bekal yang dapat dikembangkan Diatama dalam menghadapi peluang di era ekonomi digital.

BACA JUGA  Wisuda 374 Mahasiswa IAKN Tarutung, Bupati Taput Tegaskan Komitmen Pengembangan SDM Unggul

Diatama Leolin Sitohang Bersama Keluarga/ist
Berbagi Ilmu dengan Mengajar di Timedoor Academy

Menjelang penyelesaian pendidikan tingginya, Diatama juga mengisi waktu dengan mengajar les privat di Timedoor Academy, Kota Medan.

Baginya, kegiatan tersebut bukan sekadar aktivitas untuk mengisi waktu luang, tetapi juga kesempatan berbagi pengetahuan dan membantu anak-anak memahami teknologi komputer.

“Ya, mengisi waktu kosonglah. Kita berbagi ilmu kepada warga belajar di les privat Timedoor Academy, satu unit sekolah komputer untuk anak-anak agar dapat mengoperasikan komputer sesuai pembelajaran di sekolah,” ungkap Diatama seusai menerima mendali Summa Cum Laudenya.

Timedoor Academy merupakan lembaga pendidikan dan pelatihan teknologi digital yang berfokus pada pembelajaran komputer dan pengembangan keterampilan teknologi bagi anak-anak. Program pembelajarannya mencakup sejumlah bidang, seperti analisis data, desain dan pengembangan situs web, aplikasi seluler, serta berbagai keterampilan digital lainnya.

Bidang pembelajaran teknologi yang lebih luas juga meliputi akuntansi dan manajemen bisnis, pemasaran digital, keamanan siber, serta machine learning.

Pendekatan pembelajaran teknologi sejak dini diharapkan membantu anak-anak tidak hanya menjadi pengguna perangkat digital, tetapi juga memahami proses kreatif di balik teknologi yang mereka gunakan.

Pengalaman mengajar tersebut memberikan kesempatan bagi Diatama untuk menerapkan pengetahuan yang diperolehnya selama kuliah sekaligus melatih kemampuan komunikasi dan berbagi ilmu kepada generasi muda.

Ucapan Terima Kasih kepada Pimpinan dan Dosen Mikroskil

Diatama juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan akademiknya di Universitas Mikroskil.

Ia secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Rektor Universitas Mikroskil, Hardy, S.Kom., M.Sc., Ph.D.; Dekan Fakultas Informatika, Sunaryo Winardi, S.Kom., M.T.; serta Ketua Program Studi Teknologi Informasi, Mustika Ulina, S.Kom., M.Kom.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada dosen wali kelas TI-A Pagi, Wulan Sri Lestari, S.Kom., M.Kom., serta seluruh dosen yang telah membimbing dan mengajar selama masa perkuliahan.

Menurut Diatama, dukungan dan bimbingan dari lingkungan kampus menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran hingga mencapai tahap akhir pendidikan tinggi.

“Semoga prestasi ini bukan akhir, tetapi menjadi awal untuk meningkatkan kemajuan diri kita sendiri, sehingga nantinya kita dapat bermanfaat bagi orang banyak dan berguna bagi bangsa dan negara. Terima kasih kepada rektor, dekan Fakultas Informatika, ketua program studi, dosen wali, dan semua dosen yang telah mengajar di Mikroskil,” ungkapnya dengan penuh kebahagiaan.

BACA JUGA  Divana Adetama Sitohang, Mahasiswi UNIMED Tekuni Seni Tari, Budaya Nusantara dan Bisnis Kreatif

 Diatama Sitohang bersama rekannya Azura Anggriana/ist
Prestasi sebagai Awal Pengabdian

Perjalanan Diatama Leolin Sitohang memberikan gambaran bahwa keberhasilan tidak selalu datang melalui jalan yang direncanakan sejak awal. Cita-cita menjadi arsitek yang belum terwujud justru membawanya menempuh pendidikan di bidang teknologi informasi, hingga memiliki kesempatan mengembangkan kemampuan akademik, berkarya dalam literasi, dan berbagi pengetahuan kepada anak-anak.

Dari bangku TK Cinta Rakyat, SD dan SMP Budi Mulia, hingga SMA Negeri 1 Pematangsiantar, perjalanan pendidikannya berlanjut di Universitas Mikroskil, Medan.

Pengalaman dalam penelitian kecerdasan buatan, gerakan literasi, kegiatan kreatif, dan pengajaran teknologi menjadi modal berharga untuk langkah berikutnya.

Bagi Diatama, pencapaian akademik bukan sekadar gelar yang diperoleh, melainkan kesempatan untuk terus belajar, meningkatkan kemampuan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Predikat Summa Cum Laude yang diraihnya diharapkan menjadi motivasi bagi generasi muda, khususnya di Pematangsiantar dan Sumatera Utara, agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi kegagalan. Dengan ketekunan, kemauan belajar, dan keberanian mengambil peluang baru, setiap tantangan dapat menjadi jalan menuju masa depan yang lebih baik. 

763 Mahasiswa Mikroskil di Wisuda 

Tahun akedemik 2025/2026, Sebanyak 763 mahasiswa Mikroskil di wisuda. Ada 465 wisudawan dan 298 wisudawati, dari Fakultas Informatika sebanyak 575 mahasiswa, dan Fakultas Bisnis dan Hukum sebanyak 188 orang mahasiswa.

Ada 9 orang wisuda program S-2 Teknologi Informasi, 299 orang program studi  S1 Teknik Informatika, 193 program S1 Sistem Informasi, dan 74 orang program studi S1 Teknologi Informasi.

Sementara untuk lulusan Fakultas Bisnis dan Hukum, untuk S1 jurusan studi Manajemen sebanyak 96 lulusan, dan program studi S1 jurusan Akutansi sebanyak 92 orang. Dan total lulusan berprestasi Summa Cum Laude sebanyak 164 orang. (red/tam/tag)


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.