Pdt. Manjalo Pahala Hutabarat, Mantan Ephorus HKI, Tutup Usia di Pematangsiantar
Siantar - Lintas Publik, kabar duka menyelimuti keluarga besar Huria Kristen Indonesia (HKI). Pdt. Manjalo Pahala Hutabarat, S.Th., MM., yang pernah dipercaya sebagai Ephorus HKI, meninggal dunia pada Selasa, 8 September 2026.
BACA JUGA Guru Guntur Sitohang Maestro Budaya Batak dari Samosir : Dari OPERA Hingga Gondang Sabangunan
Pdt. Manjalo Pahala Hutabarat mengembuskan napas terakhir pada pukul 09.20 WIB di RS Harapan Pematangsiantar. Almarhum tutup usia 68 tahun.
Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, jemaat, serta warga HKI yang selama ini mengenal dan mengikuti perjalanan pelayanannya di tengah gereja.
Semasa hidupnya, Pdt. Manjalo Pahala Hutabarat dikenal sebagai salah satu pelayan gereja yang pernah mendapat kepercayaan untuk mengemban sejumlah posisi penting dalam struktur kepemimpinan HKI.
Almarhum pernah menjabat sebagai Ephorus HKI periode 2015–2021, Sekretaris Jenderal (Sekjend) HKI periode 2010–2015, serta Praeses HKI Daerah VII periode 2005–2010.
Catatan pemberitaan sebelumnya juga menunjukkan bahwa Pdt. Manjalo Pahala Hutabarat dipercaya memimpin HKI sebagai Ephorus setelah terpilih dalam Sinode HKI tahun 2015.
Dalam perjalanan pelayanannya, almarhum turut hadir dalam berbagai kegiatan gerejawi dan pelayanan kepada jemaat. Salah satu pemberitaan HKI pada 2016 mencatat kiprahnya sebagai Ephorus dalam perayaan Paskah Oikumene di Kota Tebing Tinggi.
Almarhum meninggalkan seorang istri, Br. Sianipar, tiga orang anak, satu menantu, serta satu orang cucu.
Saat ini, jenazah disemayamkan di rumah duka yang beralamat di Jalan Farel Pasaribu, Gang Jambu Klutuk, Pematangsiantar, kawasan Lapangan Bola Atas.
Prosesi pemakaman Pdt. Manjalo Pahala Hutabarat dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 12 September 2026.
Kepergian almarhum menjadi kehilangan bagi keluarga dan keluarga besar HKI. Teladan pelayanan dan pengabdian almarhum selama menjalankan berbagai tanggung jawab di lingkungan gereja diharapkan tetap dikenang oleh keluarga, jemaat, dan seluruh pihak yang pernah bersentuhan dengan pelayanannya.
Kiranya Tuhan memberikan penghiburan, kekuatan, dan ketabahan kepada keluarga yang ditinggalkan. Selamat jalan Pdt. Manjalo Pahala Hutabarat. Kiranya segala pelayanan dan pengabdian yang telah diberikan menjadi kesaksian yang terus dikenang.
Turut berdukacita.
(red/tam/HKI)






Tidak ada komentar