Header Ads


Penerbangan Perdana Wings Air Kualanamu–Madina Resmi Mengudara

Madina - Lintas Publik, Penerbangan perdana Wings Air rute Bandar Udara Internasional Kualanamu (KNO), Deli Serdang, menuju Bandar Udara Jenderal Besar Abdul Haris Nasution (JHN), Bukit Malintang, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), resmi mengudara pada Sabtu (1/8/2026). Rute baru ini menjadi tonggak penting dalam meningkatkan konektivitas transportasi udara di wilayah pantai barat Sumatera Utara.

LIHAT JUGA    Istri dan Gereja Hilang Dibawa Arus Banjir Bandang Tapteng, Ini Kesaksian Pdt Irwan Ritonga       
Penerbangan Perdana Wings Air Kualanamu–Madina Resmi Mengudara/ist
Wakil Bupati Mandailing Natal, Atika Azmi Utammi Nasution, turut menjadi penumpang dalam penerbangan perdana tersebut. Sejarah baru penerbangan itu keberangkatan pesawat dilepas Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution. Turut serta penerbangan itu Anggota DPR RI Marwan Dasopang serta jajaran manajemen Lion Air Group.

Setibanya di Bandara Jenderal Besar Abdul Haris Nasution, rombongan disambut Bupati Mandailing Natal H. Saipullah Nasution bersama jajaran pemerintah daerah. Sebagai bentuk penghormatan terhadap penerbangan perdana, Tim Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) menggelar tradisi water salute.

Hadirnya layanan Wings Air di Bandara JHN merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal dengan Anggota DPR RI Marwan Dasopang. Sebelumnya, Bupati Saipullah bersama Marwan Dasopang bertemu Pendiri Lion Air Group, Rusdi Kirana, untuk membahas pembukaan rute Kualanamu–Mandailing Natal, termasuk penyediaan layanan tiket terusan guna memudahkan mobilitas penumpang.

Mulai Agustus 2026, Wings Air melayani penerbangan KNO–JHN dan JHN–KNO sebanyak tiga kali dalam sepekan, yakni setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu. Kehadiran rute ini diharapkan mempercepat akses masyarakat, mendukung sektor pariwisata, memperlancar aktivitas bisnis, serta meningkatkan pelayanan bagi jamaah umrah dari Mandailing Natal. Pemkab Madina juga mengimbau perusahaan travel umrah memanfaatkan jalur udara ini sebagai akses utama menuju Medan demi perjalanan yang lebih cepat, aman, dan efisien. (red/tam/diskom)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.