Marturi Warisan Budaya Mandailing Sarat Nilai Pendidikan dan Kebersamaan
Madina - Lintas Publik, Marturi menjadi salah satu warisan budaya Mandailing yang sarat nilai sejarah, pendidikan, kebersamaan, seni, dan identitas masyarakat. Hal itu disampaikan Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Afrizal Nasution saat membuka lomba marturi dan seni tari tingkat pelajar di Taman Kota Panyabungan, Rabu (12/8/2026).
BACA JUGA "Orang Buta" Saja Mau Baca Alkitab, Ini Faktanya
![]() |
| Marturi Warisan Budaya Mandailing Sarat Nilai Pendidikan dan Kebersamaan/ist |
Saat membacakan pidato Bupati Madina, Afrizal mengatakan perlombaan marturi dan seni tari tidak sekadar menjadi ajang meraih juara, tetapi juga bagian dari upaya menjaga warisan budaya agar tetap hidup dan dikenal generasi berikutnya.
“Generasi muda harus menjaga budaya daerah. Dengan mengembangkan budaya, kita turut mewariskan agar tidak hilang,” ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Madina Muhammad Faisal Situmorang menyebut kegiatan tersebut merupakan program Bidang Kebudayaan untuk melestarikan nilai budaya, seni, dan budi pekerti masyarakat Madina.
Total peserta mencapai 576 pelajar. Lomba marturi diikuti sekitar 288 peserta yang terdiri dari 16 grup SD, 12 grup SMP, dan sembilan grup SMA. Sementara lomba seni tari diikuti sekitar 288 peserta dari 20 grup SD dan 18 grup SMP.
Faisal menegaskan, kegiatan ini bukan hanya mencari pemenang, tetapi juga mengembangkan bakat, kreativitas, keberanian tampil, serta karakter pelajar. Melalui kegiatan tersebut, generasi muda diharapkan semakin mencintai budaya Mandailing dan menghargai keberagaman seni di Madina (red/tam)






Tidak ada komentar