Header Ads


Enam Wisatawan Inggris Taklukkan Sungai Lae Renun Dairi

Dairi - Lintas Publik, pesona wisata alam Kabupaten Dairi kembali menarik perhatian wisatawan mancanegara. Enam wisatawan asal Inggris menjajal derasnya arus Sungai Lae Renun menggunakan kayak dengan menempuh rute sepanjang 10 kilometer, Sabtu (22/8/2026).

BACA JUGA   Mencari Daun Pisang Dengan Ayah, Bocah 8 Tahun Hanyut Ditemukan Meninggal di Bawah Jembatan Sigagak  

Enam Wisatawan Inggris Taklukkan Sungai Lae Renun Dairi/ist
Rombongan yang terdiri dari lima pria dan satu wanita tersebut memulai pengarungan dari sekitar jembatan Dusun Borno, Desa Sungai Raya. Selama kurang lebih dua jam, mereka menyusuri aliran Sungai Lae Renun dalam cuaca cerah hingga mencapai garis finis di jembatan Dusun Bakal Sipoltong, Desa Sipoltong, Kecamatan Siempat Nempu Hulu.

Keenam wisatawan tersebut yakni Daniel Joshua Murray (23), Solomon James (21), Katie Jane (21), James Edward (23), James Peter (23), dan Harvey Jacob (23). Sebagian besar di antaranya berstatus mahasiswa.

Salah seorang peserta, James, mengaku terkesan dengan panorama alam serta karakter jeram Sungai Lae Renun. Menurutnya, sungai tersebut cukup bersahabat dibandingkan sejumlah sungai ekstrem yang pernah mereka jelajahi.

“Pemandangan di sepanjang aliran sungai sangat indah dan jeramnya cukup seru,” ujar James.

Meski mengharapkan tantangan yang lebih ekstrem, ia menilai jalur Sungai Lae Renun tetap menarik untuk dinikmati. Kondisi sungai yang relatif dangkal dan minim turunan curam membuat tingkat kesulitannya berada pada kategori sedang.

Sebelum pengarungan, rombongan diterima Sekda Dairi Surung Charles Bantcin bersama jajaran Disparbudpora di ruang kerjanya, Jumat (21/8/2026). Pemerintah Kabupaten Dairi menyambut positif kegiatan tersebut sebagai peluang memperkenalkan wisata olahraga air atau sport tourism ke tingkat internasional.

Kepala Disparbudpora Dairi Iwan Taruna Berutu mengatakan kehadiran wisatawan Inggris menjadi momentum promosi potensi kayak dan arung jeram Sungai Lae Renun. (red/tam)


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.