Header Ads


Pengacara Prof. Dr. Otto Hasibuan, Alumni SMA Negeri 1 Pematangsiantar yang Kini Menjabat Wakil Menteri Koordinator

Siantar  -Lintas Publik, Nama Prof. Dr. Otto Hasibuan, S.H., M.C.L., M.M. kembali menjadi perhatian publik saat menghadiri Reuni Akbar Lintas Generasi SMA Negeri 1 Pematangsiantar yang berlangsung pada 3–4 Juli 2026. Alumni angkatan 1974 itu kini mengemban amanah sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan di Kabinet Merah Putih pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

BACA JUGA  Empat Remaja Tenggelam di Pantai Meat Danau Toba, Satu Meninggal Dunia

Kolase Pengacara Prof. Dr. Otto Hasibuan Reuni Akbar Alumni SMA Negeri 1 Pematangsiantar/ist 
Lahir di Pematangsiantar, Sumatera Utara, pada 5 Mei 1955, Otto Hasibuan dikenal sebagai salah satu advokat paling berpengaruh di Indonesia. Sebelum dipercaya masuk ke pemerintahan, ia telah meniti karier selama lebih dari empat dekade di dunia hukum sebagai pengacara, akademisi, sekaligus Ketua Umum Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI).

Dalam pemerintahan, Otto berperan mendampingi Menteri Koordinator dalam penguatan kebijakan hukum nasional, reformasi peradilan, perlindungan hak asasi manusia, hingga pembenahan sistem imigrasi dan pemasyarakatan. Ia juga aktif mendorong sosialisasi implementasi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang baru sebagai bagian dari transformasi sistem hukum Indonesia.

Sebelum menjabat wakil menteri, Otto dikenal luas karena menangani sejumlah perkara besar yang menjadi perhatian nasional. Di antaranya menjadi kuasa hukum Jessica Kumala Wongso dalam perkara kopi sianida, Setya Novanto dalam kasus korupsi e-KTP, hingga dipercaya menjadi kuasa hukum Presiden ke-7 RI Joko Widodo dalam sejumlah perkara. Sesuai ketentuan perundang-undangan, Otto kini nonaktif sebagai advokat praktisi selama menjabat sebagai pejabat negara, sementara operasional firma hukumnya diteruskan putranya, Yakup Hasibuan.

Dari Ketua OSIS hingga Tokoh Nasional

Otto Hasibuan merupakan lulusan SMA Negeri 1 Pematangsiantar tahun 1974. Semasa sekolah, ia dikenal aktif berorganisasi. Saat pemerintah mengubah organisasi PPSMA menjadi OSIS pada 1972, Otto terpilih sebagai Ketua OSIS pertama melalui pemilihan langsung oleh seluruh siswa.

Selain aktif di sekolah, ia juga berkiprah dalam organisasi kepemudaan gereja HKBP. Pengalaman organisasi sejak usia muda menjadi bekal penting dalam perjalanan kariernya hingga dipercaya memegang berbagai posisi strategis di tingkat nasional.

Dalam sambutannya pada Reuni Akbar SMA Negeri 1 Pematangsiantar, Jumat (3/7/2026), Otto mengajak seluruh alumni untuk terus menjaga persaudaraan dan memberikan kontribusi bagi bangsa.

"Pertama kita kangen-kangenan, kedua kita nostalgia, lalu bagaimana kita menyemangati adik-adik yang sedang belajar sekarang. Kemudian bagaimana kita berpartisipasi kepada bangsa dan negara. Kita doakan supaya alumni SMA Negeri 1 Pematangsiantar selalu diberkati Tuhan, berhasil dalam karier, sehat, dan panjang umur," ujarnya.

Otto Hasibuan merupakan anak bungsu dari sepuluh bersaudara. Ia menempuh pendidikan hukum di Universitas Gadjah Mada (UGM), kemudian melanjutkan studi magister di University of Technology Sydney dan meraih gelar doktor dari UGM. Atas kontribusinya di bidang hukum, ia juga memperoleh gelar profesor kehormatan.

Ia menikah dengan Norwati Damanik dan dikaruniai empat orang anak, salah satunya Yakup Hasibuan, yang kini juga berprofesi sebagai advokat dan dikenal sebagai suami aktris Jessica Mila.

Reuni Akbar Lintas Generasi

Reuni Akbar SMA Negeri 1 Pematangsiantar tahun 2026 mengusung tema "Berjumpa Kembali, Bersyukur Bersama" dan dihadiri ribuan alumni dari berbagai angkatan, termasuk alumni tahun 1967. Kegiatan tersebut menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus membangun kolaborasi antargenerasi untuk mendukung kemajuan almamater, pendidikan, dan pembangunan daerah.

Kehadiran Otto Hasibuan menjadi inspirasi bagi para siswa dan alumni bahwa semangat belajar, kepemimpinan, serta pengabdian sejak bangku sekolah dapat mengantarkan seseorang menjadi tokoh nasional yang berkontribusi bagi bangsa dan negara. (red/tam/BS)


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.