Rumah Permanen di Desa Malum Pakpak Bharat Ludes Terbakar
Pakpak Bharat - Lintas Publik, Kebakaran hebat menghanguskan satu unit rumah permanen milik Jepri Pane di Desa Malum, Kecamatan STTU Jehe, Kabupaten Pakpak Bharat, Sabtu dini hari (20/6/2026). Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp200 juta akibat rumah beserta seluruh isinya terbakar.
BACA JUGA Hotmarojak Siringoringo Viral di Media Sosial, Guru Agama yang Toleransi dan Menginspirasi Lewat Budaya Batak
![]() |
| Rumah Permanen di Desa Malum Pakpak Bharat Ludes Terbakar/ist |
Menerima laporan dari masyarakat, personel Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) Sibande segera bergerak menuju lokasi. Sekitar 20 menit kemudian, armada damkar tiba dan langsung melakukan pemadaman sekaligus mencegah api merambat ke bangunan lain di sekitar lokasi kejadian.
Salah seorang petugas Damkar, Irwansyah Berutu, mengatakan pihaknya telah berupaya semaksimal mungkin untuk mengendalikan api. Namun, karena kobaran api sudah membesar saat petugas tiba, rumah permanen tersebut tidak dapat diselamatkan.
"Kejadiannya begitu cepat. Kami tiba sekitar 20 menit setelah menerima informasi. Api berhasil dipadamkan sehingga tidak meluas, namun satu unit rumah permanen tidak bisa kami selamatkan. Kami mohon maaf atas keterbatasan kami," ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan Camat STTU Jehe, Mike Baskara Ujung, kepada seluruh personel Damkar yang telah bekerja keras menangani kebakaran tersebut. Ia mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan pengorbanan petugas yang sigap turun ke lokasi demi mencegah kebakaran semakin meluas.
"Hanya Tuhan Yang Maha Esa yang dapat membalas segala kebaikan dan pengabdian seluruh petugas Damkar yang telah membantu masyarakat pada musibah ini," ungkapnya.
Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Pemerintah setempat mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama pada malam hari, serta memastikan instalasi listrik dan sumber api di rumah dalam kondisi aman guna mencegah terulangnya kejadian serupa. (red/tam/diskom)





Tidak ada komentar