Header Ads


PAHLAWAN Olahraga Indonesia, BENSON Peraih 29 Medali Emas Disebut Terlupakan Saat Wafat

Lintas Publik, Dunia olahraga Indonesia berduka atas kepergian legenda dayung asal Kalimantan Tengah, Benson, atlet yang dikenal telah mengharumkan nama Indonesia di berbagai ajang nasional maupun internasional. Sosok yang selama puluhan tahun mengabdikan diri untuk olahraga tersebut meninggal dunia pada 23 Mei 2026 dan dimakamkan pada Rabu, 27 Mei 2026.

BACA JUGA  Mengenang Kolonel Pol. (Purn.) Nelly Pauna Situmorang, Salah Satu Pelopor Polisi Wanita Pertama di Indonesia    

Kolase Alm. Benson Legenda Atlet dayung Indonesia/ist

Kepergian Benson tidak hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan insan olahraga, tetapi juga memunculkan sorotan publik terkait minimnya perhatian yang diterima almarhum saat berpulang. Keluarga menyebut tidak ada pejabat maupun perwakilan pemerintah yang hadir untuk memberikan penghormatan terakhir kepada atlet yang telah menyumbangkan banyak prestasi bagi bangsa.

Benson dikenal sebagai salah satu atlet dayung terbaik yang pernah dimiliki Indonesia, khususnya Kalimantan Tengah. Sepanjang kariernya, ia berhasil menorehkan sederet prestasi membanggakan di tingkat nasional dan internasional.

Salah satu pencapaian terbesar Benson adalah meraih medali emas SEA Games 1985. Selain itu, ia juga pernah memperkuat Indonesia di berbagai ajang olahraga bergengsi seperti Asian Games dan bahkan Olimpiade, menjadikannya salah satu atlet dayung Indonesia yang pernah tampil di level dunia.

Di tingkat nasional, kontribusi Benson bagi Kalimantan Tengah juga sangat besar. Dalam berbagai ajang Pekan Olahraga Nasional (PON), ia berkali-kali menyumbangkan medali dan mengharumkan nama daerahnya.

Menurut keluarga, selama berkarier sebagai atlet, Benson berhasil mengoleksi 29 medali emas, 2 medali perak, dan 2 medali perunggu. Raihan tersebut menjadi bukti nyata dedikasi dan perjuangannya dalam mengangkat prestasi olahraga Indonesia.

Benson juga memiliki hubungan erat dengan generasi atlet dayung saat ini. Ia merupakan paman dari Indra Tri Setiawan, atlet dayung nasional asal Kalimantan Tengah yang juga pernah mengharumkan nama Indonesia dengan meraih prestasi di ajang SEA Games.

Kisah meninggalnya Benson yang viral di berbagai media akhirnya mendapat perhatian dari sejumlah pihak. Ketua Umum KONI Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, turut menyampaikan belasungkawa atas wafatnya atlet yang telah berjasa bagi Indonesia tersebut.

"Selaku Ketua Umum KONI Pusat, saya menyampaikan turut berduka cita atas wafatnya atlet Dayung Indonesia kebanggaan Kalimantan Tengah, Benson. Semoga mendiang mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan. Perjuangan Benson untuk olahraga Indonesia, kita teruskan," ujar Marciano Norman, dikutip dari Radar Sampit.

Kerabat almarhum, Oktavia, mengenang Benson sebagai pribadi yang rendah hati, ramah, dan memiliki dedikasi tinggi terhadap olahraga maupun negara. Menurutnya, prestasi yang diraih Benson menunjukkan besarnya pengorbanan yang telah diberikan untuk Indonesia.

"Beliau bukan hanya atlet nasional, tetapi juga internasional. Prestasinya luar biasa dengan raihan 29 medali emas, dua medali perak, dan dua medali perunggu," ungkap Oktavia.

Kisah hidup Benson semakin mengundang haru karena ia wafat hanya 49 hari setelah kepergian sang istri tercinta. Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi keluarga, sahabat, masyarakat Kalimantan Tengah, dan dunia olahraga nasional.

Benson mungkin telah berpulang, namun jejak perjuangan dan prestasinya akan tetap menjadi bagian penting dalam sejarah olahraga Indonesia. Kisahnya menjadi pengingat bahwa para atlet yang pernah mengharumkan nama bangsa layak mendapatkan penghargaan dan penghormatan, tidak hanya saat berada di puncak prestasi, tetapi juga ketika masa pengabdian mereka telah usai.

Selamat jalan, Benson. Legenda dayung Indonesia yang telah mengharumkan nama Kalimantan Tengah dan Merah Putih di panggung dunia. Jasamu akan selalu dikenang. (red/tam)



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.