Sosialisasi Transformasi Posyandu 6 SPM di Gunung Maligas, Perkuat Pelayanan Kesehatan
Siantar - Lintas Publik, Tim Pembina Posyandu Kabupaten Simalungun menggelar Sosialisasi Transformasi Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Kantor Camat Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Kamis (7/5/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat fondasi pelayanan kesehatan masyarakat melalui transformasi Posyandu berbasis Integrasi Layanan Primer (ILP).
BACA JUGA Wesly Silalahi Asli Anak Siantar, Bapaknya Sintua GKPS Efrata
![]() |
| Sosialisasi Transformasi Posyandu 6 SPM di Gunung Maligas, Perkuat Pelayanan Kesehatan /ist |
Camat Gunung Maligas, Ayu Rukiyah Nasution, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas perhatian dan pembinaan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Simalungun kepada kader Posyandu dan masyarakat di wilayahnya.
Dalam arahannya, Ny. Darmawati menegaskan bahwa Posyandu saat ini harus bertransformasi menjadi pusat layanan kesehatan terpadu yang melayani seluruh siklus kehidupan masyarakat, mulai dari bayi, remaja, ibu hamil, hingga lansia.
“Posyandu kini tidak hanya fokus pada penimbangan balita, tetapi juga harus mampu melayani pemeriksaan kesehatan lansia, skrining remaja, hingga konseling calon pengantin. Ini bagian dari transformasi Integrasi Layanan Primer,” jelasnya.
Ia juga mengajak seluruh kader Posyandu untuk menguatkan gerakan KILAS (Keluarga Indonesia Lindungi Anak dari Kekerasan Seksual) sebagai upaya mendukung peningkatan kualitas kesehatan dan perlindungan masyarakat.
Menurutnya, gerakan tersebut diwujudkan melalui kunjungan rutin ke rumah warga, identifikasi masalah gizi, pendataan ibu hamil, lansia dan anak berkebutuhan khusus, serta pelaporan data melalui sistem Dasawisma untuk ditindaklanjuti secara cepat dan tepat.
Selain itu, Ny. Darmawati menargetkan percepatan penurunan angka stunting menuju program Zero New Stunting 2027 di Kabupaten Simalungun. Ia juga menekankan pentingnya validasi data lansia, penyandang disabilitas, serta memastikan tidak ada anak putus sekolah.
“Sinergi antara Pangulu, kader Posyandu, tenaga kesehatan, dan seluruh lintas sektor sangat penting untuk mewujudkan masyarakat sehat dan sejahtera,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan bantuan alat kesehatan berupa timbangan dan alat ukur tensi kepada kader Posyandu. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pembina Posyandu Kabupaten Lurinim Purba, perwakilan OPD terkait, para Pangulu, serta seluruh kader Posyandu se-Kecamatan Gunung Maligas. (red/tam)





Tidak ada komentar