Polsek Tanah Jawa Gelar Razia Kasih Sayang, Pelajar Bolos Sekolah Diberi Pembinaan
Simalungun - Lintas Publik, Polsek Tanah Jawa, jajaran Polres Simalungun, menggelar kegiatan razia kasih sayang dengan menyasar pelajar yang kedapatan bolos sekolah saat jam belajar berlangsung. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kedisiplinan serta kepedulian terhadap masa depan generasi muda di wilayah hukum Polsek Tanah Jawa.
BACA JUGA Wesly Silalahi Asli Anak Siantar, Bapaknya Sintua GKPS Efrata
![]() |
| Polsek Tanah Jawa Gelar Razia Kasih Sayang, Pelajar Bolos Sekolah Diberi Pembinaan/ist |
Selain melakukan pendataan, personel kepolisian juga memberikan arahan mengenai pentingnya pendidikan, dampak negatif kebiasaan bolos sekolah, serta pentingnya disiplin dalam mengikuti proses belajar mengajar.
Kapolsek Tanah Jawa, Banuara Manurung, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar penindakan, melainkan bentuk perhatian dan kepedulian kepolisian terhadap masa depan generasi muda.
“Kami ingin memastikan anak-anak tetap berada di lingkungan yang positif, khususnya di sekolah saat jam belajar berlangsung. Ini merupakan bentuk kasih sayang kami agar mereka tidak terjerumus ke hal-hal negatif,” ujar Kompol Banuara Manurung SH.
Menurutnya, para pelajar yang terjaring razia akan dikoordinasikan dengan pihak sekolah dan orang tua guna mendapatkan pembinaan lebih lanjut. Langkah ini diharapkan mampu memberikan efek jera sekaligus meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya pendidikan.
Kapolsek juga mengimbau seluruh orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya pada jam sekolah. Ia menegaskan peran keluarga sangat penting dalam membentuk karakter, disiplin, dan tanggung jawab anak.
“Dengan komunikasi yang baik dan pengawasan rutin dari orang tua, anak-anak diharapkan lebih memahami pentingnya pendidikan dan tidak lagi melakukan aktivitas yang merugikan masa depan mereka,” jelasnya.
Selain itu, pihak kepolisian mengajak masyarakat untuk ikut peduli terhadap lingkungan sekitar dengan saling mengingatkan apabila menemukan pelajar berada di luar sekolah tanpa alasan jelas pada jam belajar.
Menurut Kapolsek, sinergi antara kepolisian, sekolah, orang tua, dan masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi tumbuh kembang generasi muda.
“Anak-anak adalah aset masa depan bangsa. Mari bersama-sama menjaga dan mengarahkan mereka agar tetap berada di jalur yang benar demi masa depan yang lebih baik,” tutup Kapolsek Tanah Jawa. Kamis (7/5/2026). (red/tam)





Tidak ada komentar