Header Ads


Bupati Simalungun Belajar ke Bali, Siapkan Danau Toba Jadi Destinasi Wisata Kelas Dunia

Bali - Lintas Publik, Pemerintah Kabupaten Simalungun terus memperkuat langkah pengembangan kawasan Danau Toba sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata berkelas dunia. Upaya tersebut ditunjukkan melalui kunjungan kerja strategis Bupati Simalungun, Dr. H. Anton Achmad Saragih, bersama rombongan ke Bali untuk mempelajari keberhasilan transformasi sektor pariwisata Pulau Dewata

BACA JUGA  Wesly Silalahi Asli Anak Siantar, Bapaknya Sintua GKPS Efrata  

Bupati Simalungun Belajar ke Bali, Siapkan Danau Toba Jadi Destinasi Wisata Kelas Dunia/ist
Kunjungan yang diinisiasi Bank Indonesia itu turut melibatkan jajaran Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Utara, BI Sibolga, tim ahli Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), sejumlah kepala daerah kawasan Danau Toba, serta perwakilan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Rangkaian kegiatan dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) dan kunjungan lapangan guna menggali strategi pengembangan pariwisata berbasis budaya, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat yang telah sukses diterapkan di Bali.

Ada agenda penting di Kabupaten Bangli, Bali, Selasa (12/5/2026). Rombongan disambut langsung oleh Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, di Pahdi Specialty Coffee Kintamani dengan latar panorama Gunung dan Danau Batur.

Dalam pemaparannya, Bupati Bangli menjelaskan konsep “Kepemimpinan Berani” dengan semangat “Jengah”, yakni keberanian melakukan perubahan, inovasi, dan pengambilan keputusan demi kemajuan daerah. Strategi tersebut terbukti mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui digitalisasi retribusi serta pengembangan sport tourism internasional seperti Bali Trail Run.

Tak hanya fokus pada ekonomi, Bangli juga berhasil menjalankan program pelestarian lingkungan melalui gerakan Eco-Enzyme di Danau Batur yang mendapat rekor MURI. Program ini menjadi inspirasi bagi Pemkab Simalungun dalam menjaga ekosistem Danau Toba tetap lestari.

Rombongan juga mengunjungi Desa Wisata Penglipuran untuk melihat langsung penerapan Community Based Tourism atau pariwisata berbasis komunitas. Di desa tersebut, masyarakat terlibat aktif dalam pengelolaan wisata tanpa meninggalkan nilai budaya dan adat istiadat.

Bupati Simalungun menegaskan, pembangunan pariwisata tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga membangun karakter masyarakat, pelayanan yang ramah, serta kolaborasi lintas sektor demi kesejahteraan warga.

“Pariwisata bukan sekadar membangun gedung dan jalan, tetapi membangun antusiasme masyarakat dan pelayanan yang berkesan,” tegas Anton Achmad Saragih.

Pemkab Simalungun optimistis, dengan dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Bank Indonesia, dan BRIN, Danau Toba akan berkembang menjadi destinasi wisata dunia yang unggul dalam budaya, pelayanan, dan pemerataan ekonomi masyarakat. (red/tam)


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.