Header Ads


Wali Kota Wesly Buka Pagelaran Seni Budaya, Dorong Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Pematangsiantar

Siantar - Lintas Publik, Acara Pagelaran Seni Budaya Multi Etnis bukan sekadar pertunjukan visual, melainkan wujud nyata keragaman budaya yang hidup harmonis di Kota Pematangsiantar. Seni budaya juga diharapkan menjadi daya tarik wisata yang mampu mendongkrak ekonomi kreatif lokal.

BACA JUGA  Pdt. Marihot Siahaan (Ephorus) dan Pdt. Frans Ongirwalu Sitohang (Sekjen) Terpilih Sinode Am ke-17 GPKB

 Wali Kota Wesly Buka Pagelaran Seni Budaya, Dorong Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Pematangsiantar/ist
Hal itu disampaikan Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn saat membuka Pagelaran Seni Budaya Multi Etnis yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar di pelataran Monumen Raja Sang Naualuh Damanik, Jalan Sang Naualuh, Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Siantar Timur, Kamis (16/04/2026).

Wesly hadir bersama Ketua TP PKK Kota Pematangsiantar Ny Liswati Wesly Silalahi. Atas nama Pemerintah Kota Pematangsiantar, ia menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang telah menyukseskan kegiatan tersebut.

Menurut Wesly, Pematangsiantar sejak lama dikenal sebagai salah satu kota paling toleran di Indonesia. Keberagaman etnis seperti Simalungun, Batak Toba, Karo, Pakpak, Mandailing, Minang, Nias, Jawa, Melayu, Tionghoa, India, dan etnis lainnya merupakan kekayaan yang sangat berharga.

“Seni budaya adalah bahasa universal. Lewat tarian, musik, dan pakaian adat yang kita saksikan hari ini, kita diingatkan bahwa perbedaan bukanlah pemisah, melainkan warna-warni yang membentuk lukisan indah bernama Pematangsiantar,” ujar Wesly.

Ia menegaskan, di tengah arus modernisasi dan digitalisasi, generasi muda harus tetap dikenalkan pada akar budaya agar tidak kehilangan jati diri. Selain itu, toleransi perlu terus dirawat dengan saling menghargai antar-etnis.

Wesly juga berpesan kepada generasi muda dan para pelaku seni agar terus berkarya serta bangga terhadap budaya daerah. Menurutnya, kegiatan seperti ini dapat mempererat silaturahmi dan mendukung terwujudnya Pematangsiantar yang cerdas, sehat, kreatif, dan selaras.

Mewakili penatua adat Simalungun, Muhammad Fikri Fanani Damanik SIP MSi mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai bentuk nyata pelestarian budaya seluruh etnis di Kota Pematangsiantar.

Ia juga mengingatkan bahwa pada Sabtu (18/04/2026) di lokasi yang sama akan digelar kegiatan Marsombu Sihol dalam rangka Hari Jadi ke-155 Kota Pematangsiantar untuk mengenang perjuangan Raja Sang Naualuh Damanik.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Non Formal dan Kebudayaan Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar Fakhrudin Sagala MPd menjelaskan, kegiatan ini bertujuan menjaga seni budaya dan kearifan lokal agar tidak tergerus zaman, menanamkan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), serta mempererat persaudaraan antar-etnis.

Pagelaran tersebut menampilkan 10 tarian dari berbagai etnis dengan peserta perwakilan SMP negeri dan swasta se-Kota Pematangsiantar. Acara pembukaan diawali dengan Tortor Sombah dari siswa SMP Negeri 1 Pematangsiantar dan dilanjutkan penyerahan cenderamata kepada penatua adat 10 etnis. (red/tam)


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.