Mahasiswa UNIKA ST Medan Hilang di Air Terjun Situmurun Belum Ditemukan Hingga Hari Kedua
Balige - Lintas Publik, Hingga hari kedua pencarian, mahasiswa semester II UNIKA Santo Thomas Medan Fakultas Filsafat Siantar, Cristoper Rustam Muda Dua (21), yang dilaporkan hilang di kawasan Air Terjun Situmurun, Kecamatan Lumbanjulu, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, belum ditemukan.
Korban diketahui hilang saat rombongan mahasiswa UNIKA ST Medan melakukan rekreasi ke Air Terjun Situmurun usai mengikuti kegiatan rekoleksi frater di Silima Lombu, Samosir, Sabtu (11/4/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.
BACA JUGA Mahasiswa Unika Medan Tenggelam di Air Terjun Situmurun Toba, INI Penjelasannya
![]() |
| Mahasiswa UNIKA ST Medan Hilang di Air Terjun Situmurun Belum Ditemukan Hingga Hari Kedua/ist |
Kapolres Toba AKBP V.J. Parapaga, S.I.K., melalui Plt Kasi Humas Ipda Khairudin menjelaskan, peristiwa bermula ketika sebanyak 60 mahasiswa semester II UNIKA ST Medan Fakultas Filsafat Siantar bersama seorang pendamping, Romo R.D. Ngadiono, berekreasi ke Air Terjun Situmurun menggunakan kapal penumpang KM Sibole-Bole 01 dari Silima Lombu.
Setibanya di lokasi, para mahasiswa berenang di sekitar jatuhan Air Terjun Situmurun. Sekitar 20 menit kemudian, korban terlihat tertinggal dari rekan-rekannya dan sempat mengeluhkan kakinya keram.
“Mendengar hal itu, Mario Wira Surbakti (21), Patulosa Ndururu (21), dan Julhendro Gultom (21) langsung mengambil pelampung dari kapal dan berenang menghampiri korban. Sesaat itu korban tidak terlihat lagi,” jelas Ipda Khairudin.
Mendapat laporan tersebut, personel Polsek Lumbanjulu bersama Basarnas Ajibata langsung menuju lokasi dan melakukan penyisiran permukaan Danau Toba. Tim Basarnas juga melakukan penyelaman, namun korban belum berhasil ditemukan.
Pada hari kedua, tim gabungan kembali melakukan penyisiran di titik terakhir korban terlihat. Basarnas turut mengerahkan alat pendeteksi tubuh di dalam air guna mempercepat proses pencarian.
Suasana haru menyelimuti lokasi kejadian saat romo dan suster dari Fakultas Filsafat UNIKA ST Medan menggelar misa serta doa bersama agar korban segera ditemukan. Doa tersebut menjadi harapan bagi keluarga dan seluruh tim pencari.
Pencarian dilanjutkan dengan penyelaman intensif. Tim penyelam Basarnas bahkan telah mencapai kedalaman hingga 40 meter. Namun, kondisi dasar danau yang sulit dijangkau serta visibilitas air yang terbatas menjadi kendala utama.
Hingga siang hari, korban belum juga ditemukan. Tim kemudian melakukan briefing guna mengevaluasi strategi pencarian.
Pada sore hari, keluarga korban tiba di lokasi menggunakan kapal Pol Airud Parapat. Suasana emosional terlihat ketika orang tua korban memanggil nama anaknya di tepi danau, berharap ada tanda keberadaan sang buah hati.
Penyelaman kembali dilakukan pukul 14.55 WIB, namun hingga pukul 15.20 WIB hasilnya masih nihil. Cuaca mendung pada sore hari juga menjadi faktor penghambat.
Pencarian hari kedua akhirnya dihentikan pukul 17.00 WIB dengan hasil korban belum ditemukan. Tim Basarnas bersama unsur Forkopimcam Lumbanjulu telah memberikan penjelasan kepada pihak keluarga terkait kondisi dan kendala di lapangan.
Rencananya, pencarian akan kembali dilanjutkan pada Senin (13/4/2026) mulai pukul 08.00 WIB. (red/bph/tam)





Tidak ada komentar