Mahasiswa Unika Medan Tenggelam di Air Terjun Situmurun Toba, INI Penjelasannya
Toba – Lintas Publik, Seorang mahasiswa Universitas Katolik (Unika) Santo Thomas Medan dilaporkan tenggelam di kawasan Air Terjun Situmurun, Kecamatan Lumbanjulu, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, Sabtu (11/4/2026) siang.
BACA JUGA Gapura Tumbang di Pematangsiantar, Pengendara Motor Alami Luka Parah
![]() |
| Mahasiswa Unika Medan Tenggelam di Air Terjun Situmurun Toba/ist |
Peristiwa ini dibenarkan Plt Kasi Humas Polres Toba, Ipda Khairuddin, bahwa peristiwa itu terjadi saat rombongan mahasiswa berjumlah sekitar 60 orang bersama satu pendamping, Romo R.D Ngadiono, melakukan rekreasi ke Air Terjun Situmurun menggunakan kapal penumpang KM Sibole-Bole 01 dari kawasan Silima Lombu.
“Setibanya di lokasi, para mahasiswa langsung berenang di sekitar jatuhan air terjun,” ujar Khairuddin.
Sekitar 20 menit kemudian, korban terlihat tertinggal dari rombongan dan sempat mengeluhkan kakinya mengalami kram. Beberapa rekannya, yakni Mario Wira Surbakti, Patulosa Ndururu, dan Julhendro Gultom, berupaya memberikan pertolongan dengan mengambil pelampung dari kapal.
“Namun saat hendak ditolong, korban sudah tidak terlihat di permukaan air,” jelasnya.
Mendapat laporan tersebut, personel Polsek Lumbanjulu bersama tim Basarnas Ajibata langsung turun ke lokasi dan melakukan pencarian. Upaya yang dilakukan meliputi penyisiran permukaan Danau Toba hingga penyelaman.
Namun, proses pencarian terkendala kondisi air yang keruh sehingga jarak pandang di dalam air sangat terbatas.
“Sudah beberapa kali tim penyelam turun ke danau, dan korban belum ditemukan. Pencarian akan dilanjutkan besok pagi,” kata Khairuddin.
Diketahui, rombongan mahasiswa tersebut sebelumnya mengikuti kegiatan rekoleksi frater di Silima Lombu, Samosir, sebelum berwisata ke lokasi kejadian.
Berdasarkan keterangan saksi, korban diduga mengalami kelelahan dan kram saat berenang di area air terjun yang memiliki arus cukup kuat.
Polres Toba mengimbau masyarakat dan wisatawan agar lebih berhati-hati saat berkunjung ke objek wisata air, terutama yang memiliki arus deras.
“Kami mengingatkan pengunjung agar tidak berenang terlalu ke tengah, serta selalu menggunakan pelampung, khususnya bagi yang belum mahir berenang,” tutupnya.
Pencarian korban dijadwalkan dilanjutkan pada Minggu (12/4/2026) mulai pukul 08.00 WIB dengan melibatkan tim gabungan dan masyarakat sekitar. (mist/tip/tam)





Tidak ada komentar