Helikopter PK-CFX Jatuh di Hutan Sekadau, Delapan Korban Meninggal Dunia Berhasil Dievakuasi
Kalbar - Lintas Publik, Delapan korban jatuhnya Helikopter PK-CFX di kawasan hutan Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, terdiri dari tujuh warga negara Indonesia (WNI) dan satu warga negara asing (WNA). Seluruh korban dinyatakan meninggal dunia dan telah berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan.
![]() |
| Dokumentasi sebelumTerjadi Kecelakaan Helikopter/ist |
Adapun para penumpang yakni Patrick, warga negara Malaysia yang menjabat sebagai CEO KPN Corp, serta Viktor T., Charles L., Joko C., Fauzie O., dan Sugito.
Jenazah seluruh korban tiba di RSUD Bhayangkara Polda Kalimantan Barat sekitar pukul 10.30 WIB setelah proses evakuasi menggunakan Helikopter Caracal milik TNI AU melalui Bandara Supadio.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F Laisa, menjelaskan bahwa sebelum hilang kontak, helikopter sempat mengirimkan sinyal darurat pada pukul 08.39 WIB sesaat setelah lepas landas.
“Dideteksi, Helikopter mengirimkan sinyal darurat di wilayah hutan Kalimantan Barat,” katanya dalam keterangan resmi.
Sekitar 30 menit kemudian, helikopter dinyatakan hilang kontak. Menyikapi kondisi tersebut, AirNav Indonesia segera menerbitkan notifikasi darurat pada pukul 10.43 WIB guna mempercepat proses pencarian.
BACA JUGA Pria Ditangkap di Warung Pinggir Jalan, 10 Paket Sabu Disita Polisi
Tim SAR gabungan kemudian melakukan penyisiran intensif dan akhirnya menemukan serpihan helikopter di lereng bukit kawasan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau.Seluruh korban berhasil dievakuasi sekitar pukul 22.03 WIB dalam kondisi meninggal dunia. Proses evakuasi berlangsung dramatis mengingat lokasi jatuhnya helikopter berada di kawasan hutan dan medan yang cukup sulit dijangkau.
Atas musibah tersebut, Direktur Jenderal Perhubungan Udara menyampaikan duka cita mendalam kepada seluruh keluarga korban. Pemerintah juga memastikan investigasi akan dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan helikopter PK-CFX tersebut.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya aspek keselamatan penerbangan, terutama pada jalur operasional yang melintasi kawasan terpencil dan berhutan lebat. (red/tam/inspon)






Tidak ada komentar