Header Ads


Helikopter PK-CFX Jatuh di Hutan Sekadau, Delapan Korban Meninggal Dunia Berhasil Dievakuasi

Kalbar - Lintas Publik, Delapan korban jatuhnya Helikopter PK-CFX di kawasan hutan Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, terdiri dari tujuh warga negara Indonesia (WNI) dan satu warga negara asing (WNA). Seluruh korban dinyatakan meninggal dunia dan telah berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan.

BACA JUGA  Pdt. Marihot Siahaan (Ephorus) dan Pdt. Frans Ongirwalu Sitohang (Sekjen) Terpilih Sinode Am ke-17 GPKB

Dokumentasi sebelumTerjadi Kecelakaan Helikopter/ist
Helikopter tersebut diawaki oleh pilot Capt Marindra Wibowo dan engineer Harun Arasyid. Selain kru, pesawat juga membawa enam penumpang dari KPN Corp (PT Karunia Prima Nastari).

Adapun para penumpang yakni Patrick, warga negara Malaysia yang menjabat sebagai CEO KPN Corp, serta Viktor T., Charles L., Joko C., Fauzie O., dan Sugito.

Jenazah seluruh korban tiba di RSUD Bhayangkara Polda Kalimantan Barat sekitar pukul 10.30 WIB setelah proses evakuasi menggunakan Helikopter Caracal milik TNI AU melalui Bandara Supadio.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F Laisa, menjelaskan bahwa sebelum hilang kontak, helikopter sempat mengirimkan sinyal darurat pada pukul 08.39 WIB sesaat setelah lepas landas.

“Dideteksi, Helikopter mengirimkan sinyal darurat di wilayah hutan Kalimantan Barat,” katanya dalam keterangan resmi.

Sekitar 30 menit kemudian, helikopter dinyatakan hilang kontak. Menyikapi kondisi tersebut, AirNav Indonesia segera menerbitkan notifikasi darurat pada pukul 10.43 WIB guna mempercepat proses pencarian.

BACA JUGA  Pria Ditangkap di Warung Pinggir Jalan, 10 Paket Sabu Disita Polisi

Tim SAR gabungan kemudian melakukan penyisiran intensif dan akhirnya menemukan serpihan helikopter di lereng bukit kawasan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau.

Seluruh korban berhasil dievakuasi sekitar pukul 22.03 WIB dalam kondisi meninggal dunia. Proses evakuasi berlangsung dramatis mengingat lokasi jatuhnya helikopter berada di kawasan hutan dan medan yang cukup sulit dijangkau.

Atas musibah tersebut, Direktur Jenderal Perhubungan Udara menyampaikan duka cita mendalam kepada seluruh keluarga korban. Pemerintah juga memastikan investigasi akan dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan helikopter PK-CFX tersebut.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya aspek keselamatan penerbangan, terutama pada jalur operasional yang melintasi kawasan terpencil dan berhutan lebat. (red/tam/inspon)


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.