Aksi Damai Rakyat Karo Bersuara, Apresiasi Kinerja Polisi dan Desak Pemberantasan Narkoba hingga Akar
Karo - Lintas Publik, Aksi unjuk rasa damai yang digelar aliansi masyarakat Rakyat Karo Bersuara pada Rabu (29/4/2026) menyuarakan pesan tegas: apresiasi terhadap kinerja kepolisian sekaligus dorongan agar penegakan hukum terhadap narkotika dan perjudian di Kabupaten Karo semakin dimaksimalkan hingga ke akar.
BACA JUGA Guru Guntur Sitohang, Maestro Gondang Batak dari Samosir yang Legendaris. INI Penerusnya
![]() |
| Aksi Damai Rakyat Karo Bersuara, Apresiasi Kinerja Polisi dan Desak Pemberantasan Narkoba hingga Akar/ist |
Setibanya di DPRD, massa diterima langsung Ketua DPRD Karo Iriani br Tarigan bersama jajaran. Dalam orasinya, massa menyoroti maraknya peredaran narkoba dan praktik perjudian di wilayah Karo. Mereka meminta DPRD memperkuat fungsi pengawasan, khususnya terhadap aparat penegak hukum agar bekerja sesuai ketentuan perundang-undangan.
Menanggapi hal tersebut, DPRD Karo menyatakan dukungan atas aspirasi yang disampaikan. Bahkan, pihak legislatif turut mendampingi massa melanjutkan aksi ke Mapolres Karo sebagai bentuk sinergi dalam mendorong penegakan hukum yang lebih optimal.
Di Mapolres Karo, massa kembali menyampaikan orasi. Mereka mengapresiasi langkah cepat kepolisian dalam merespons laporan masyarakat, termasuk penindakan dan pemusnahan terkait praktik perjudian dan penyalahgunaan narkotika di Desa Sukatendel. Meski demikian, massa menegaskan agar pemberantasan dilakukan lebih maksimal dan menyentuh akar permasalahan.
Kapolres Karo AKBP Pebriandi Haloho, SH, SIK, MSi, menyambut langsung massa dan membuka ruang dialog di Aula Pur Pur Sage. Ia mengapresiasi keberanian masyarakat dalam menyuarakan penolakan terhadap penyakit masyarakat.
“Kami sangat menghargai masukan dari masyarakat. Ini merupakan bentuk dukungan nyata bagi kami dalam memberantas narkoba dan perjudian,” ujarnya.
Kapolres menegaskan, kepolisian tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat. Peran aktif warga dinilai menjadi kunci dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif.
“Setiap warga bisa menjadi ‘polisi’ bagi lingkungannya sendiri. Ini bagian dari pemberdayaan masyarakat dalam menjaga keamanan bersama,” tambahnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berkolaborasi memerangi narkotika dan perjudian. “Judi bukan budaya Karo, narkoba bukan budaya Karo. Budaya kita adalah gotong royong demi kebaikan bersama,” tegasnya.
Aksi damai yang berlangsung tertib ini mencerminkan kolaborasi positif antara masyarakat, legislatif, dan kepolisian. Di tengah tantangan peredaran narkotika dan perjudian, sinergi dan semangat bersama menjadi harapan baru untuk mewujudkan Kabupaten Karo yang aman dan bersih dari penyakit masyarakat. (red/tam)





Tidak ada komentar