Oknum Kepala Desa di Tapanuli Utara Terlibat Adu Jotos, Dugaan Penganiayaan Viral di Media Sosial
Tapanuli Utara – Lintas Publik, aksi adu jotos yang melibatkan seorang oknum kepala desa dengan seorang pria berinisial IS viral di media sosial dan menjadi perbincangan masyarakat. Peristiwa tersebut terjadi di depan sebuah kantor di Jalan Sipahutar, Kelurahan Pasar Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara, Jumat (6/3/2026).
BACA JUGA Ini Tampang Pelaku Pembunuh Wanita dalam Boks Plastik di Medan
![]() |
| Ilustrasi/ist |
Kapolsek Siborongborong melalui juru periksa, Gembira BJ Siregar, membenarkan bahwa pihak kepolisian telah menerima laporan dari IS terkait dugaan penganiayaan tersebut.
“Benar, laporan sudah kami terima. Sejumlah saksi dari pihak pelapor juga telah dimintai keterangan. Dalam waktu dekat, terlapor akan kami panggil untuk dimintai klarifikasi terkait dugaan penganiayaan itu,” ujarnya, Sabtu (14/3/2026).
Kasus ini saat ini sedang ditangani oleh Polsek Siborongborong untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
Sementara itu, IS membantah keras tuduhan perselingkuhan yang dialamatkan kepadanya. Ia menjelaskan bahwa saat kejadian dirinya bersama istri terlapor yang merupakan rekan kerjanya sedang berada di depan kantor di Jalan Sipahutar dan hendak pulang ke Tarutung.
Menurut IS, tiba-tiba oknum kepala desa tersebut datang dan langsung menuduh dirinya memiliki hubungan terlarang dengan istrinya sebelum terjadi pemukulan.
“Pada saat itu kami berada di depan kantor, dan akan pulang ke Tarutung. Tiba-tiba terlapor datang, langsung menuduh saya berselingkuh, dan pelapor memukul saya hingga saya mengalami memar,” ungkapnya.
IS menegaskan bahwa hubungan dirinya dengan istri terlapor hanya sebatas rekan kerja di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Tapanuli Utara. Ia juga menyebut rekannya tersebut hanya membantu menyelesaikan laporan pekerjaan di kantor tersebut.
Selain itu, IS menepis isu yang beredar di masyarakat bahwa kantor di Jalan Sipahutar tersebut merupakan tempat penginapan.
Akibat kejadian itu, IS mengaku nama baiknya tercemar setelah video maupun informasi terkait insiden tersebut viral di media sosial dan berdampak pada keluarganya.
“Saya berharap tuduhan perselingkuhan itu bisa dibuktikan. Saat ini nama baik saya sudah tercemar dan hal ini juga berdampak kepada istri dan anak-anak saya,” ujarnya.
Di sisi lain, oknum kepala desa tersebut juga dikabarkan telah membuat laporan ke Polres Tapanuli Utara.
Humas Polres Tapanuli Utara, W. Baringbing, membenarkan adanya laporan dari kedua belah pihak. Namun ia menegaskan bahwa laporan yang diterima kepolisian berkaitan dengan dugaan penganiayaan, bukan terkait tuduhan perselingkuhan. (red/net)




Tidak ada komentar