Header Ads


Bocah 9 Tahun Tenggelam di Sungai Pollung, Pemkab Humbang Hasundutan Sampaikan Duka

Humbang Hasudutan - Lintas Publik, Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan melakukan kunjungan sosial kepada keluarga korban meninggal dunia akibat tenggelam di Desa Sipituhuta, Kecamatan Pollung, pada Minggu (29/3/2026). Kunjungan ini menjadi bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap warga yang tengah berduka.

BACA JUGA  INI Daftar Korban Kecelakaan Tragis di Jalur Alternatif Parapat, 3 Warga Riau Meninggal

Bocah 9 Tahun Tenggelam di Sungai Pollung, Pemkab Humbang Hasundutan Sampaikan Duka /ist
Korban diketahui bernama Limrod Siregar (9), siswa kelas 3 SD, anak dari pasangan Jimpos Siregar dan Rosmawati Simamora. Peristiwa tragis tersebut terjadi saat korban bermain bersama lima temannya di sekitar sungai di Dusun II Desa Sipituhuta.

Berdasarkan kronologis kejadian, korban bersama teman-temannya mandi dan bermain di sungai. Diduga, Limrod terpeleset hingga tenggelam. Teman-temannya tidak sempat memberikan pertolongan saat insiden terjadi.

Mengetahui kejadian tersebut, warga setempat langsung melakukan pencarian secara gotong royong. Korban akhirnya ditemukan dan dievakuasi, kemudian dibawa ke rumah duka.

Bupati Humbang Hasundutan,  melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Sabar H. Purba, bersama  Camat Pollung Saul Hutabarat, Kepala Dinas Sosial Rambe Manalu,,  dan Kepala Desa Sipituhuta, menyampaikan belasungkawa mkepada orangtua korban.

Dalam kunjungan tersebut, pemerintah daerah menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban. Pemerintah berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan penghiburan dalam menghadapi musibah ini.

Sebagai bentuk perhatian, Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan melalui Dinas Sosial turut menyerahkan bantuan kepada keluarga korban.

Selain itu, pemerintah juga mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat beraktivitas di sekitar sungai atau area berbahaya lainnya, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.(red/tam)


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.