Nakhoda KMP Kaldera Toba Ditemukan Meninggal Dunia di Pelabuhan Mulia Raja Balige
Balige - Lintas Publik, Kabar duka menyelimuti operasional transportasi danau di Kabupaten Toba. Nakhoda Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Kaldera Toba, Tunggul Simanjuntak (52), ditemukan meninggal dunia di area gudang kapal yang sedang sandar di Pelabuhan Mulia Raja, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba, pada Jumat (20/2/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
BACA JUGA Robinson Sinurat Raih Gelar S2 Kedua di Melbourne, Bukti Kerja Keras Anak Petani dari Medan
![]() |
| Nakhoda KMP Kaldera Toba Ditemukan Meninggal Dunia di Pelabuhan Mulia Raja Balige/ist |
Kapolsek Balige, AKP Libertius Siahaan, mengonfirmasi kebenaran insiden tersebut. Berdasarkan keterangan di lapangan, korban ditemukan tergantung dengan menggunakan sehelai selimut. Sebelumnya, keberadaan sang nakhoda memang sempat menjadi tanda tanya bagi kru kapal lainnya sejak pagi hari.
"Rekan kerja korban sempat melakukan pencarian ke kamar, namun yang bersangkutan tidak ada di tempat. Pintu kamar ditemukan dalam kondisi tidak terkunci, sementara telepon seluler milik korban masih tergeletak di atas meja," jelas AKP Libertius.
Berdasarkan penyelidikan sementara dan keterangan para saksi, pihak kepolisian menduga korban nekat mengakhiri hidupnya akibat tekanan psikologis atau frustrasi terkait kondisi kesehatannya. Korban diketahui mengidap penyakit jantung yang cukup serius.
Beberapa informasi dari rekan kerja menyebutkan bahwa dokter sebelumnya telah menyarankan korban untuk segera menjalani operasi bypass jantung. Meski demikian, pihak kepolisian menegaskan bahwa dugaan ini masih dalam tahap pendalaman lebih lanjut.
Dari sisi profesionalitas, Kapolsek menambahkan bahwa korban tidak memiliki catatan masalah dalam pekerjaan. Hubungan sosial antara nakhoda dengan para awak kapal lainnya pun dikenal sangat baik dan harmonis, sehingga kejadian ini benar-benar tidak disangka oleh pihak manajemen KMP Kaldera Toba.
Guna memastikan penyebab pasti kematian, jenazah Tunggul Simanjuntak telah dievakuasi dan dibawa ke RSUD Porsea. Tim medis akan melakukan pemeriksaan lanjutan (visum) untuk melengkapi berkas penyelidikan kepolisian.
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya dukungan kesehatan mental bagi para pekerja transportasi yang memiliki tanggung jawab besar di lapangan. Hingga berita ini diturunkan, area gudang kapal telah dipasangi garis polisi untuk kepentingan olah TKP. (red/tam)



Tidak ada komentar