Header Ads


Dunia Olahraga Berduka, Pendiri Wushu Siantar ATR Sitompul SH Meninggal Dunia

Siantar - Lintas Publik, Dunia olahraga bela diri di Kota Pematangsiantar dan Sumatera Utara berduka. Salah satu tokoh dan pendiri Wushu di Siantar, ATR Sitompul SH, meninggal dunia pada Jumat, 14 Februari 2026.

BACA JUGA  Guru Besar Judoka Kungfu Indonesia Meninggal Dunia

ATR. Sitompul, SH Semasa Hidupnya Mengembangkan Olahraga Wushu Melalui Beladiri JKI Ke Propinsi Riau/ist. 
Almarhum rencananya akan dikebumikan pada Senin, 16 Februari 2026, setelah prosesi adat batak dan penghormatan terakhir yang digelar di Rumah Duka Jalan Sisingamangaraja, Pematangsiantar (dekat Hotel Mutiara).

ATR Sitompul tutup usia 76 tahun dikenal sebagai salah satu perintis olahraga Wushu di Pematangsiantar, Simalungun, dan Sumatera Utara sejak awal 1990-an. Bersama almarhum PT Tarigan SmHK Guru besar JKI (Judoka Kungfu Indonesia)  yang wafat pada tahun 2012, ia membangun dan mengembangkan Wushu di berbagai daerah, karena dimasa itu Wushu baru "hadir" di Indonesia.

Semangat dan dedikasi kedua tokoh ini dinilai sangat besar dalam membina generasi muda melalui olahraga bela diri. Ribuan siswa tercatat pernah mengikuti latihan Wushu di Sumatera Utara pada era 1990-an.

 BACA JUGA     HUT JKI Ke 32 Tahun Segudang Prestasi, Banyak Atlet Yang Sukses

 ATR Sitompul SH Semasa Hidupnya/ist

Jejak Pengabdian 

Selain dikenal sebagai pendiri Wushu, ATR Sitompul juga pernah menjabat sebagai:

Mantan Kabag Humas (Koninfo) Pemko Pematangsiantar, Mantan Ketua Wushu Kota Pematangsiantar, Pengurus Pusat JKI, dan Mantan Sekretaris KONI Pematangsiantar. Ia aktif di berbagai organisasi olahraga dan pemerintahan selama masa pengabdiannya, bahkan didudukan diunsur pengurus.

Mantan Sekjen JKI, Tagor Sitohang SH, menyampaikan bahwa almarhum benar-benar mendedikasikan hidupnya untuk pengembangan olahraga, khusunya beladiri Wushu.

“Tahun 90-an, ribuan siswa berlatih Wushu di Sumatera Utara. ATR Sitompul bersama Guru Besar JKI Teladan Tarigan mengembangkan Wushu di Siantar, Simalungun, Medan, Samosir, Karo, Tanjung Balai, bahkan hingga Bengkulu, Riau, dan Kepulauan Riau (Batam),” ujar Tagor.

Menurutnya, perjuangan mereka membuahkan hasil. Banyak atlet binaan yang berhasil meraih prestasi dan kini bekerja di instansi pemerintah maupun perusahaan swasta berkat jalur prestasi olahraga.

Ucapan Duka dari Atlet dan Murid

Dukacita mendalam juga disampaikan keluarga besar Atlet dan Pelatih Aek Nauli Wushu Sport.

Simsim Sitohang, S.Kom, menyampaikan bahwa seluruh atlet dan pelatih binaan ATR Sitompul turut berbelasungkawa.

“Selamat jalan Bapak yang baik. Semua atlet dan pelatih binaan menyampaikan turut berduka cita. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan oleh Tuhan,” ujarnya, Minggu (15/2/2026) malam.

BACA JUGA  324 Atlet Ikuti Kejuaraan Hien Open Judoka Kungfu Indonesia 2013

Alm. ATR Sitompul dan Alm.Guru Besar JKI Teladan Tarigan Bersama Para Atlet dan Pelatih/ist
Ucapan haru juga datang dari para mantan murid dan atlet

Duex Sitopu mengenang kegigihan almarhum saat melatih di kawasan Kampung Karo, Pematangsiantar, sekitar tahun 1995.

“Beliau gigih dan penyabar mengajar murid-muridnya dari sabuk pertama hingga akhir. Ajaran bapak akan selalu saya ingat. Semoga tenang di sana, Pak,” tulisnya.

Irfan Syah, atlet Wushu asal Tebing Tinggi, juga mengenang kebersamaannya saat mengikuti pertandingan Pra-PON di Jakarta tahun 1999.

Kepergian ATR Sitompul yang juga ketua Dewan kehormatan beladiri JKI menjadi kehilangan besar bagi dunia olahraga Pematangsiantar. Dedikasi dan semangatnya dalam membina generasi muda melalui Wushu menjadi teladan yang patut ditiru.

Warisan perjuangannya kini hidup dalam prestasi para atlet binaan yang telah mengharumkan nama daerah. 

Informasi yang diterima Lintas Publik, bahwa dimasa pensiun dari ASN Pemko Pematangsiantar, almarhum ATR Sitompul masih bergabung di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) kota Siantar, dan Media online sampai akhir hidupnya. (red/tam)


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.