Header Ads


Ephorus HKBP Serukan Keadilan Ekologis Saat Ibadah Syukuran Awal Tahun Sekber GOKESU

Silangit – Lintas Publik,  Ephorus Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) menyampaikan seruan moral yang tegas terkait keadilan ekologis dan penyelamatan ciptaan Tuhan dalam Ibadah Syukuran Awal Tahun Sekretariat Bersama Gerakan Oikumenis Keadilan Ekologis di Sumatera Utara (Sekber GOKESU) yang digelar di Jetun Silangit, Kabupaten Tapanuli Utara, Jumat (10/1/2026).

BACA JUGA  Panitia Natal Katolik Kota Pematangsiantar 2025 Gelar Donor Darah Bersama PMI

Ephorus HKBP Serukan Keadilan Ekologis Saat Ibadah Syukuran Awal Tahun Sekber GOKESU/ist
Dalam kata sambutannya tertulis di akun media sosial resminya, Ephorus HKBP yang juga Pembina Sekber GOKESU menegaskan bahwa bencana ekologis yang melanda berbagai wilayah di Sumatera Utara bukanlah kehendak Tuhan, melainkan akibat dari keserakahan manusia dan perusakan alam yang berlangsung bertahun-tahun.

“Awal tahun ini kita tidak hanya membuka kalender baru, tetapi juga mewarisi luka lama. Tanah yang dahulu subur kini terluka, air yang jernih berubah menjadi ancaman. Alam yang sabar kini bersuara,” tegasnya di hadapan ratusan peserta ibadah.

Ephorus menekankan bahwa berbagai peringatan dari masyarakat, pegiat lingkungan, pendamping rakyat, hingga para rohaniawan selama ini kerap diabaikan. Akibatnya, alam “mengambil alih mimbar” melalui banjir, longsor, serta penderitaan rakyat kecil yang kehilangan rumah dan mata pencaharian.

Dalam kesempatan tersebut, Ephorus HKBP secara terbuka menyerukan agar pemerintah bertindak tegas dan berpihak pada kehidupan, bukan pada kepentingan ekonomi segelintir pihak. Ia juga meminta para pelaku usaha yang selama ini meraup keuntungan dari eksploitasi alam agar bertanggung jawab, tidak sekadar melalui bantuan, melainkan ganti rugi yang adil dan pemulihan lingkungan secara nyata.

Lebih lanjut, Ephorus menegaskan bahwa perjuangan keadilan ekologis tidak berhenti pada tuntutan penghentian aktivitas perusak lingkungan, termasuk operasional PT TPL, tetapi juga harus memastikan adanya pemulihan hutan, penjagaan hulu sungai, serta pengembalian ruang hidup satwa dan masyarakat.

“Kita memilih kehidupan, dan tetap menjaga ciptaan, kita tidak diam ketika bumi dilukai. Iman tanpa keberpihakan pada kehidupan bukanlah iman yang hidup,” ujarnya.

Ibadah syukuran ini dihadiri lintas iman dan lintas lembaga, termasuk rombongan dua bus umat Muslim dari Tapanuli Selatan, sebagai wujud solidaritas kemanusiaan. Hadir pula sejumlah pimpinan gereja dan tokoh nasional, antara lain Ephorus GKPS Pdt Jhon Saragih, Ephorus HKI Pdt Firman Sibarani, Sekjen GKPI Pdt Parsaoran Sinaga, Kadep Koinonia HKBP Pdt Dr Deonal Sinaga, serta Vikaris Episkopalis Samosir–Doloksanggul Romo Yanuaris sebagai pengkhotbah.

Selain itu, tampak akademisi, aktivis lingkungan, lembaga pendamping masyarakat, seniman, mahasiswa, serta perwakilan organisasi nasional dan internasional seperti Greenpeace yang turut memperkuat pesan perjuangan keadilan ekologis.

Kegiatan ini menegaskan komitmen Sekber GOKESU sebagai gerakan oikumenis untuk terus mengawal isu lingkungan hidup, keadilan sosial, dan keberlanjutan demi generasi masa kini dan masa depan. (red/tam)

 


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.