Jual Kulkas dan Bayar 11 Juta, Pasutri Ini Tidak Boleh Bawa Bayinya dari Rumah Sakit
LINTAS PUBLIK-SIANTAR, Sangat disayangkan, hanya karena kekurangan uang untuk membayar persalinan, pasangan suami isteri Eduward Simanjuntak (27) dan Halimah Nasution warga Jalan Medan Gang Bajigur,Kelurahan Naga Pitu Kecamatan Siantar Martoba harus menunggu lama membawa pulang bayinya ke rumah.
Hal itu dikarenakan,pihak Rumah Sakit Tiara yang terletak di Jalan Menambin Kelurahan Timbang Galung Kecamatan Siantar bersikeras agar pasangan suami isteri itu melunasi biaya persalinan tersebut.
Menurut Edward Simanjuntak, istrinya melahirkan secara cesar pada pekan lalu (13/03/2016)
"Istri saya melahirkan secara cesar, melahirkannya malam Minggu lalu. Awalnya saya bawa ke bidan, bidannya bilang harus di operasi, disuruhlah aku bawa istriku kesana, terus dioperasi, lahirlah anakku," ucapnya saat berada di Rumah Sakit Tiara, Kamis (24/3/2016).
Dia mengatakan, telah membayar biaya rumah sakit sebanyak Rp 11 jutaan namun masih belum cukup karena butuh Rp 3 juta lagi.
"Sudah kujual semua barang-barang kami. TV, kulkas, apapun barang di rumah sudah kami jual, cuman hanya bernilai Rp 11 juta, padahal butuh 14 juta untuk bayar biayanya," jelasnya.
Edward yang sehari-hari bekerja sebagai kernet mobil ini menyampaikan bahwa dia sudah berkali-kali meminta tolong supaya anaknya diperbolehkan dibawa pulang.
"Sudah mohon-mohon sama orang rumah sakitnya, supaya anak saya boleh dibawa pulang,cuman orang itu bilang gak boleh, mereka hanya mau memberi diskon Rp 250 ribu," rincinya.
Ia juga menuturkan sudah menyampaikan akan membayar kekurangan biaya rumah sakit tersebut dikemudian hari, dan orangtuanya juga sudah menyampaikan akan bekerja dirumah sakit tersebut sebagai jaminan.
"Sampai sudah kubilang sama mereka orang tua ku akan bekerja di rumah sakit itu sebagai jaminan, yang penting anak ku bisa pulang, tetap aja orang itu gak mau, malah orang rumah sakitnya bilang berapa tahunlah ibumu kerja biar lunas utangmu,"katanya.
Bahkan,dirinya sampai berlutut-lutut dihadapan pihak rumah sakit karena tidak sanggup melihat istrinya saban hari menangis karena anaknya tak kunjung bisa dibawa pulang.
"Sedih kali rasanya, istriku hanya bisa menangis, tapi aku tak bisa berbuat apa lagi, aku dah kesana-kesini tapi tak ada yang bisa bantu," ujarnya.
Saat ditemani menjumpai pihak rumah sakit, Eduward kembali mencoba memohon supaya anaknya dibawa, namun pegawai yang bertugas pada tengah malam tersebut mengatakan belum boleh, sebelum seluruh biaya rumah sakit dibayar.
Penulis : franki
Editor : tagor
Hal itu dikarenakan,pihak Rumah Sakit Tiara yang terletak di Jalan Menambin Kelurahan Timbang Galung Kecamatan Siantar bersikeras agar pasangan suami isteri itu melunasi biaya persalinan tersebut.
![]() |
| Halimah Nasution bersama bayi yang baru dilahirkan. |
"Istri saya melahirkan secara cesar, melahirkannya malam Minggu lalu. Awalnya saya bawa ke bidan, bidannya bilang harus di operasi, disuruhlah aku bawa istriku kesana, terus dioperasi, lahirlah anakku," ucapnya saat berada di Rumah Sakit Tiara, Kamis (24/3/2016).
Dia mengatakan, telah membayar biaya rumah sakit sebanyak Rp 11 jutaan namun masih belum cukup karena butuh Rp 3 juta lagi.
"Sudah kujual semua barang-barang kami. TV, kulkas, apapun barang di rumah sudah kami jual, cuman hanya bernilai Rp 11 juta, padahal butuh 14 juta untuk bayar biayanya," jelasnya.
Edward yang sehari-hari bekerja sebagai kernet mobil ini menyampaikan bahwa dia sudah berkali-kali meminta tolong supaya anaknya diperbolehkan dibawa pulang.
"Sudah mohon-mohon sama orang rumah sakitnya, supaya anak saya boleh dibawa pulang,cuman orang itu bilang gak boleh, mereka hanya mau memberi diskon Rp 250 ribu," rincinya.
Ia juga menuturkan sudah menyampaikan akan membayar kekurangan biaya rumah sakit tersebut dikemudian hari, dan orangtuanya juga sudah menyampaikan akan bekerja dirumah sakit tersebut sebagai jaminan.
"Sampai sudah kubilang sama mereka orang tua ku akan bekerja di rumah sakit itu sebagai jaminan, yang penting anak ku bisa pulang, tetap aja orang itu gak mau, malah orang rumah sakitnya bilang berapa tahunlah ibumu kerja biar lunas utangmu,"katanya.
Bahkan,dirinya sampai berlutut-lutut dihadapan pihak rumah sakit karena tidak sanggup melihat istrinya saban hari menangis karena anaknya tak kunjung bisa dibawa pulang.
"Sedih kali rasanya, istriku hanya bisa menangis, tapi aku tak bisa berbuat apa lagi, aku dah kesana-kesini tapi tak ada yang bisa bantu," ujarnya.
Saat ditemani menjumpai pihak rumah sakit, Eduward kembali mencoba memohon supaya anaknya dibawa, namun pegawai yang bertugas pada tengah malam tersebut mengatakan belum boleh, sebelum seluruh biaya rumah sakit dibayar.
Penulis : franki
Editor : tagor





Tidak ada komentar