Tim Eksekusi Meringsek Masuk,Pedagang Berdoa akan Ada Hukuman Setimpal bagi Yempo dan Kroninya
LINTAS PUBLIK-SIANTAR, Eksekusi yang dilakukan Juru Sita Pengadilan Negeri Pematangsiantar berlangsung ricuh,Pedagang Deli Plaza tetap ngotot tidak merelakan Juru Sita masuk ke dalam kios.
Aksi perlawanan bermula,saat sekumpulan pedagang melakukan pagar betis,sehingga juru sita pun tertahan di luar pintu masuk.Ditambah,pedagang melakukan aksi gembok pintu harmonika yang merupakan sebagai pintu utama.
"Kami tidak mau kios ini dibongkar,perbaiki dulu administrasinya,"teriak pedagang dengan penuh histeris,Kamis (28/01/2016).
Seakan tidak mau tahu, tim juru sita ditambah personil polisi merengsek masuk untuk memecah konsetrasi pedagang.
Bahkn,jeritan tangis pedagang yang didominasi kaum ibu-ibu tidak dihiraukan aparat penegak hukum.Sedetik kemudian,pasukan huru-hara yang dipersenjatai pentungan,tameng dan alat pelindung membuat barikade,yang tujuannya agar pedagang mundur.
Dengan situasi yang tidak berimbang,pedagang hanya bisa menangis dan memohon untuk tidak diesekusi.Mereka juga memohon, penegak hukum untuk tidak menjadi alat Yempo,sebab mereka menilai ini adalah kekeliruan.
Tanpa sedikit menghiraukan,tim juru sita dan personil polisi melenggang masuk ke pintu utama.Pengamanan berlapis dari Polisi Militer,TNI,dan aparat kepolisian membuat pedagang hanya menjerit sembari berdoa,bahwa Tuhan akan memberikan hukum yang setimpal kepada Yempo dan para kroninya.
Penulis : franki
Editor : tagor
Aksi perlawanan bermula,saat sekumpulan pedagang melakukan pagar betis,sehingga juru sita pun tertahan di luar pintu masuk.Ditambah,pedagang melakukan aksi gembok pintu harmonika yang merupakan sebagai pintu utama.
"Kami tidak mau kios ini dibongkar,perbaiki dulu administrasinya,"teriak pedagang dengan penuh histeris,Kamis (28/01/2016).
Seakan tidak mau tahu, tim juru sita ditambah personil polisi merengsek masuk untuk memecah konsetrasi pedagang.
Bahkn,jeritan tangis pedagang yang didominasi kaum ibu-ibu tidak dihiraukan aparat penegak hukum.Sedetik kemudian,pasukan huru-hara yang dipersenjatai pentungan,tameng dan alat pelindung membuat barikade,yang tujuannya agar pedagang mundur.
Dengan situasi yang tidak berimbang,pedagang hanya bisa menangis dan memohon untuk tidak diesekusi.Mereka juga memohon, penegak hukum untuk tidak menjadi alat Yempo,sebab mereka menilai ini adalah kekeliruan.
Tanpa sedikit menghiraukan,tim juru sita dan personil polisi melenggang masuk ke pintu utama.Pengamanan berlapis dari Polisi Militer,TNI,dan aparat kepolisian membuat pedagang hanya menjerit sembari berdoa,bahwa Tuhan akan memberikan hukum yang setimpal kepada Yempo dan para kroninya.
Penulis : franki
Editor : tagor





Tidak ada komentar