Perencanaan Keuangan Butuh Kepercayaan dan Pendidikan
LINTAS PUBLIK, Perencanaan keuangan membutuhkan kepercayaan dan pendidikan. Catatan tersebut mengemuka sebagaimana disampaikan Direktur Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) Syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mochamad Muchlasin dalam pembukaan Sun Life Edufair 2016 yang digelar sampai dengan Minggu (31/1/2016) sejak Kamis ini di Jakarta.
Dari data tersebut, imbuh Muchlasin, muncul kesimpulan bahwa cara kerja asuransi masih belum banyak dipahami orang. "Belum ada trust," katanya.
Berangkat dari hal tersebut, lanjut Muchlasin, OJK hingga kini telah menjalankan program pendidikan pemahaman perencanaan keuangan, termasuk asuransi, ke berbagai kalangan, khususnya siswa sekolah lanjutan hingga mahasiswa perguruan tinggi. "Kami membuat kurikulum mulai dari kelas X," katanya lagi.
Sementara itu, Arif Rahman mengatakan saat ini perencanaan keuangan untuk pendidikan menjadi bagian penting. "Pembiayaan pendidikan memang harus direncanakan sedini mungkin," katanya.
Lebih lanjut, Elin Waty menambahkan selama pameran berlangsung, ada tiga tema bahasan yakni bagaimana cara mendidik anak di era digital, bagaimana cara menjadi "sahabat terbaik" bagi anak-anak, dan cara mengetahui potensi anak.
Editor : tagor
Sumber : kompas
Dari data tersebut, imbuh Muchlasin, muncul kesimpulan bahwa cara kerja asuransi masih belum banyak dipahami orang. "Belum ada trust," katanya.
Berangkat dari hal tersebut, lanjut Muchlasin, OJK hingga kini telah menjalankan program pendidikan pemahaman perencanaan keuangan, termasuk asuransi, ke berbagai kalangan, khususnya siswa sekolah lanjutan hingga mahasiswa perguruan tinggi. "Kami membuat kurikulum mulai dari kelas X," katanya lagi.
Sementara itu, Arif Rahman mengatakan saat ini perencanaan keuangan untuk pendidikan menjadi bagian penting. "Pembiayaan pendidikan memang harus direncanakan sedini mungkin," katanya.
Lebih lanjut, Elin Waty menambahkan selama pameran berlangsung, ada tiga tema bahasan yakni bagaimana cara mendidik anak di era digital, bagaimana cara menjadi "sahabat terbaik" bagi anak-anak, dan cara mengetahui potensi anak.
Editor : tagor
Sumber : kompas





Tidak ada komentar