Polda Tetap Siaga Pasukan Pam Pilkada di Simalungun
LINTAS PUBLIK - MEDAN, Ditundanya Pilkada di Simalungun pascapelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di Sumut Rabu (9/12/2015) kemarin, Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut), tetap siagakan pasukan untuk 6 hari ke depan di daerah tersebut.
![]() |
| Kapolda Sumut Irjen Ngadino |
Diketahui dua daerah batal menggelar Pilkada serentak. Dua daerah tersebut Siantar dan Simalungun. Meski demikian, Polda Sumut tetap siaga pasukan di dua kabupaten tersebut.
"Meski ada penundaan Pilkada di Siantar dan Simalungun, pasukan tetap kita siagakan enam hari ke depan. Itu sampai ada keputusan dari KPU pusat, hingga pelaksanaan pilkada susulan," jelas Helfi.
Sementara, terkait pelaksanaan Pilkada di Sumut, Helfi mengklaim berlangsung aman dan kondusif. Daerah yang di gadang-gadang rawan seperti Nias Selatan (Nisel), yang menurunkan sebanyak 680 personil untuk pengamanan juga berlangsung kondusif.
"Nias Selatan aman. Hanya saja ada warga yang punya KTP tetapi tidak terdaftar di DPT memaksa ingin menyoblos," tukasnya.
Selain Nisel, Kabupaten Simalungun juga menjadi daerah perhatian serius dalam pelaksanaan Pilkada serentak. Pasalnya, pasca pencoretan salah satu pasangan calon (paslon) oleh KPUD Simalungun, suasana menjelang Pilkada disana mencekam.
Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan disana, Polda Sumut akhirnya menurunkan 200 personel tambahan, Minggu (6/12/2015) lalu.
"Ada sebanyak 200 personel Brimob dari Binjai dan Tebingtinggi yang di Bawah Kendali Operasi (BKO) dikirim ke Simalungun untuk membantu pengamanan pascakeributan kemarin," sebut Helfi, Senin (7/12/2015) lalu.
Kata dia, saat ini personel kepolisian yang di libatkan dalam pengamanan Pilkada Simalungun sebanyak 805. Kekuatan Polres Simalungun 300 personel, bantuan dari Polres Deliserdang 150 personel dan 355 personel BKO.
Editor : tagor
Sumber : tribunmedan
Editor : tagor
Sumber : tribunmedan





Tidak ada komentar